JMSI Riau Dukung Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gelar Diklat Jurnalistik

JMSI Riau Dukung Kodam XIX/Tuanku Tambusai Gelar Diklat Jurnalistik

HARIANRIAU - Sebanyak 500 prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai mengikuti diklat jurnalistik dan publikasi berita yang dibuka langsung Pangdam Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo di Aula Kaharuddin Nasution Makodam, Rabu (8/4/2026).
Sejak pagi, Aula Kaharuddin Nasution dipenuhi ratusan prajurit yang tampak serius mengikuti pembukaan pelatihan jurnalistik.

Sebagian lainnya terhubung melalui video conference dari berbagai satuan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Kegiatan ini menjadi langkah konkret Kodam XIX dalam meningkatkan kemampuan publikasi informasi di lingkungan TNI.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr.

Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa publikasi menjadi kunci agar setiap kegiatan positif TNI diketahui masyarakat luas. Ia menilai, tanpa kemampuan menulis dan menyampaikan informasi, berbagai pengabdian prajurit tidak akan tersampaikan secara maksimal.

“Apapun kegiatan yang dilakukan tidak akan diketahui masyarakat jika tidak ditulis atau dipublikasikan. Karena itu kegiatan positif perlu dikemas dengan baik agar diketahui oleh masyarakat luas,” tegas Pangdam di hadapan peserta.

Kegiatan ini turut dihadiri Kasdam Brigjen TNI Rudi Hermawan, Ketua JMSI Riau H. Dheni Kurnia, serta CEO Sigapnews Network Yefrizal yang menjadi pemateri utama. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara TNI dan insan pers dalam membangun arus informasi yang sehat dan profesional.

Sebanyak 150 prajurit mengikuti pelatihan secara langsung, sementara sekitar 350 lainnya bergabung secara daring. Total 500 peserta ini mendapatkan materi dasar jurnalistik, termasuk teknik penulisan berita yang memenuhi unsur 5W+1H.

Pangdam menegaskan, kemampuan jurnalistik kini menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kemampuan jurnalistik sangat penting di era keterbukaan informasi. Setiap kegiatan positif TNI harus dipublikasikan dengan baik agar masyarakat mengetahui pengabdian kita,” ujarnya.

Menurutnya, publikasi bukan sekadar dokumentasi, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi TNI.

Ketua JMSI Riau menyambut positif kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas publikasi di lingkungan TNI.
Salah satu peserta mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru.

“Kami jadi lebih paham bagaimana menulis berita yang benar dan menarik. Ini sangat membantu untuk publikasi kegiatan di satuan,” ujarnya.

Dalam sesi materi, Yefrizal menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam dunia jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa seorang penulis harus memahami aturan agar tidak menyebarkan informasi yang keliru.

“Seorang jurnalis harus memahami Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, supaya kita tidak salah dalam pemberian informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya teori, peserta juga langsung diuji melalui praktik. Mereka diminta menulis berita dari kegiatan yang berlangsung serta mengambil dokumentasi sebagai pelengkap. Metode ini membuat pelatihan terasa lebih hidup dan relevan dengan tugas di lapangan.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai memastikan pelatihan jurnalistik akan terus digelar secara berkala.

Dengan bekal ini, prajurit diharapkan menjadi ujung tombak informasi yang cepat, akurat, dan profesional, sekaligus memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat di era keterbukaan informasi.(*)

Halaman :

Berita Lainnya

Index