Identitas Pelaku Bom Surabaya Terungkap, Ternyata Sekeluarga, Empat Anaknya Diajak Bunuh Diri

Ahad, 13 Mei 2018 | 21:57:14 WIB

HARIANRIAU.CO - Identitas pelaku bom Surabaya terungkap. Hasil identifikasi polisi, pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya itu adalah satu keluarga.

Ironisnya, pasangan suami istri itu mengajak serta dua anak perempuannya menjadi pelaku bom bunuh diri.

Keluarga tersebut, merupakan anggota Jamaah Anshorut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Palaku utama diidentifikasi sebagai Dita Apriyanto yang berperan sebagai kepala keluarga.

Demikian disampaikan Kapolri Jendral Tito Karnavian di Polda Jatim, Minggu (13/5/2018) sore.

“Pelaku diduga satu keluarga,” ungkap Tito kepada awak media.

Kapolri lantas merunutkan kejadian bom surabaya tersebut sedari awal.

Dita Apriyanto adalah pelaku yang melakukan penyerangan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna dengan menggunakan mobil Avanza.

Jokowi tinjau lokasi bom di Surabaya

Jokowi tinjau lokasi bom di Surabaya

Dita beraksi sekitar pukul 07.53 WIB setelah sebelumnya menurunkan istri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro.

“Dia men-drop istri dan dua anak perempuannya,” terangnya.

Sementara, istri Dita, tercatat bernama Puji Puswati, perempuan kelahiran Banyuwangi yang meledakkan diri bersama dua putrinya.

Yakni Fadilah Sari, 12, dan Pamela Rizkita, 9. Bom di GKI Diponegoro menjadi aksi kedua yang meledak pada pukul 07.15 WIB.

Hal itu sesuai dengan keterangan saksi yang diberitakan JawaPos.com sebelumnya.

Saat itu ada seorang perempuan bersama dua anak perempuan meledakkan diri di dekat tempat parkir.

Dalam kejadian itu, dua putri pasutri tersebut langsung meninggal di tempat.

Sedangkan satu bom lainnya, yang menempel di paha salah putrinya, tak meledak. Bom tersebut kemudian diledakkan oleh tim Jihandak

Sedangkan untuk Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, dilakukan oleh dua anak laki-laki pasutri Dita dan Puji.

“Yang satu namanya Fadil, 18, dan Firman Halim, 16,” jelas Kapolri.

Bom di Gereja Jalan Ngagel Madya itu meledak pada pukul 06.30 WIB dan menjadi aksi pertama.

Tito menambahkan, saat ini polisi masih melakukan pendalaman. Termasuk, memastikan jenis bahan peledak.

Bom bunuh diri di Surabaya/ist.

Bom bunuh diri di Surabaya/ist.

“Mereka (pelaku) menggunakan modus atau cara pengeboman yang berbeda. Jenis bahan peledaknya masih kami teliti bersama tim forensik,” kata Tito.

Enam Sikap Muhammadiyah, Minta Polisi Tangkap Aktor Intelektual Bom Bunuh Diri Surabaya

Sebelumnya, beredar surat terbuka yang ditujukan kepada kelompokl teroris yang ada di seluruh penjuru Indonesia.

Entah dari mana awal dan siapa penulis surat terbuka tersebut. Yang jelas, surat itu menunjukan bahwa aksi teror itu sama sekali tak membuat takut.

Berikut surat terbuka untuk teroris terkait Bom Surabaya:

SURAT TERBUKA UNTUK TUAN TERORIS DI MANAPUN KALIAN BERADA

Maaf tak mengucap salam, karena aku tidak tahu apa agamamu dan apa yang kau percayai

Ledakan bom bunuh diri di Surabaya/ist.

Ledakan bom bunuh diri di Surabaya. Istimewa

Kitab apa yang kau baca hingga kau merasa paling benar, kitab mana yang mengajarkan membunuh orang di luar peperangan?

Pemimpin mana yang kau ikuti hingga langkah yang kau ambil melampaui ajaran para nabi?

Ibu mana yang melahirkanmu hingga mati rasa belas kasihmu?

Ayah mana yang membimbingmu sehingga rasa ketakutan yg kau ciptakan dalam aksimu?

Makanan apa yang mengalir ketubuhmu sehingga kau merasa terpilih sebagai mesin pencabut nyawa.

Pakaian apa yang kaupakai hingga kau merasa gagah, tak tersentuh neraka

Kalau kau pikir tindakanmu akan mencapai mimpimu, kupastikan jauh dari itu…tumpuan kebencian terarah pada kelompokmu

Bagaimana mimpimu membangun peradaban tanpa ada simpati dari manusia?

Alih alih menegakkan kebenaran … yang lahir justru antipati…ketakutan…

Makin lama generasi ini makin jauh dari agama…takut dengan agama…

saat itu tiba, kau ikut bertanggungjawab meng-atheis-kan dunia ini!!!

Pastinya kau bukan representasi islam, pastinya juga bukan representasi nasrani, hindu atau budha

Agama yang kutahu mengajarkan cinta kasih sesama manusia, kelembutan, kesabaran

Sembah pada Tuhan seharusnya menghindarkan perbuatan keji dan munkar.

Broadcast sebanyak-banyaknya surat terbuka untuk teroris ini ke semua group yang Anda gabung, setidaknya teroris berkurang satu.

Salam Perang Lawan Teroris

Jaya Indonesiaku.

NKRI HARGA MATI.

sumber: pojoksatu

Terkini