Stinney, Bocah Termuda Pertama yang Dihukum di Kursi Listrik, Kasusnya Mencengangkan

Selasa, 28 Agustus 2018 | 08:34:52 WIB

HARIANRIAU.CO - Bocah kulit hitam ini bernama George Junius Stinney Jr. Ia lahir di tanggal 21 Oktober 1929 dan meninggal dunia pada 16 Juni 1944.

Ia merupakan seorang bocah yang berasal Afrika-Amerika yang dihukum bersalah atas pembunuhan pada tahun 1944 di kota asalnya Alcolu, Carolina Selatan.

Meski demikian, kasus pernah menjadi misteri yang bahkan tak dapat dipertanyakan. Pada usianya yang baru 14 tahun, Junius Stinney dihukum dalam waktu kurang dari 10 menit, selama satu hari persidangan oleh juri kulit putih.

Pada saat itu ia ditetapkan bersalah setelah membunuh dua gadis kulit putih bernama Betty June Binnicker berusia 11 tahun dan Mary Emma yang berusia 7 tahun.

Tak lama untuk menangkap Stinny, ia lantas dikatakan telah mengakui kejahatan tersebut. Namun anehnya, tak ada catatan tertulis tentang pengakuannya selain catatan yang disediakan oleh wakil investigasi.

Latar belakang kasus George Junius Stinney

Pada tanggal 23 Maret 1944, mayat Betty June Binnicker (11) dan Mary Emma Thames (7) ditemukan di sebuah parit. George Junius Stinney kemudian ditangkap karena dicurigai telah membunuh gadis-gadis itu bersama kakaknya, Johnny.

Johnny dibebaskan, namun Stinney ditahan dan tidak diizinkan untuk menemui orang tuanya sampai setelah pengadilanyna usai. Menurut pernyataan yang ditulis tangan, petugas yang menangkap itu adalah HS Newman, seorang deputi County Clarendon.

Dia mengatakan: ” Saya menangkap Stinney dan dia kemudian mengakui aksi pembunuhannya.”

Setelah penangkapan itu, ayah Stinney kemudian dipecat dari pekerjaannya di penggergajian lokal. Keluarga Stinney kemudian juga harus segera mengosongkan perumahan yang disediakan oleh majikan Stinney.

Selama ditahan, orang tuanya tidak boleh menjenguknya sama sekali hingga sebelum persidangan tiba. Stinney tidak memiliki dukungan selama 81 hari persidangan. Dia bahkan ditanyai sendirian, tanpa orang tuanya atau seorang pengacara.

Pengadilan George Junius Stinney

Pengadilan Stinney dipenuhi dengan juri kulit putih, lebih dari 1.000 orang memadati ruang sidang tetapi tidak ada satu orang kulit hitam pun yang diizinkan memasukinya.

 

Sumber: pojoksatu

Terkini