Anthonius Tewas di Menara ATC yang Roboh Setelah Bantu Pesawat Terakhir

Sabtu, 29 September 2018 | 18:46:30 WIB

HARIANRIAU.CO - Pesawat Batik Air bernomor ID6231 tujuan Makassar harusnya terbang dari Bandara Mutiara Sis Al Jufrie, Palu, Jumat (28/9/2018) pukul 17.55 Wita. Namun, sang pilot Captain Ricosetta Mafella meminta dipercepat menjadi 17.52 Wita.

Dansir dari fajaronline, tidak ada firasat apapun. Mafella hanya merasa sudah sangat siap take off. Petugas menara bandara pun mengizinkan.

Ternyata, beberapa saat setelah lepas landas, bencana itu datang. Gempa disusul tsunami. Mafella sempat mengabadikan keanehan di laut Palu, dari atas ketinggian 2.000-3.000 kaki.

Keanehan lain, menara bandara tak bisa dihubungi. Ternyata, bangunan tower sudah hancur karena guncangan 7,4 skala richter.

Menjadi viral kemudian adalah kisah seorang Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia Cabang Palu bernama Anthonius Gunawan Agung menjadi korban meninggal. Dia tetap bertahan di tower ATC hingga Batik Air yang dipiloti Mafella itu lepas landas.

Manajer Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait menyatakan, "Saat gempa terjadi, beliau telah memberikan clearing kepada Batik Air untuk lepas landas dan menunggu pesawat tersebut airbrone dengan selamat sebelum akhirnya meninggalkan cabin tower ATC."

Antohinus dikabarkan tertimpa reruntuhan bangunan. Dia pergi setelah menuntaskan tugasnya.

Terkini