Andi Arief: Saya Presiden Indonesia Memohon Maaf Atas Ucapan dan Tindakan dalam Menangani Covid

Kamis, 08 Juli 2021 | 11:42:49 WIB
Presiden Jokowi

HARIANRIAU.CO -  Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal cara pemerintah menangani Covid-19.

Melalui akun Twitternya, Andi Arief membuat sebuah contoh permintaan maaf yang menurutnya bisa digunakan Presiden Jokowi.

“Saya, Presiden Indonesia. Memohon maaf atas ucapan, tindakan  dalam menangani covid,” katanya melalui akun Andiarief__ pada Kamis, 8 Juli 2021.

“Maafkan juga para menteri yang jadikan covid sebagai gurau canda dan enteng-entengan,” lanjutnya seperti dikutip dari laman terkini.id.

Bukan hanya soal Covid-19, Andi Arief juga menyinggung soal kegagalan Presiden Jokowi mencapai target pertumbuhan ekonomi 7%.

“Kini ambisi ekonomi 7% gagal, dan Indonesia menuju negara gagal. Selanjutnya Mari bersatu. Contoh permintaan maaf,” katanya.

Salah satu hal yang dikritik Andi Arief terkait penanganan pandemi yaitu bahwa Jokowi tidak memimpinnya secara langsung.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memang menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Koordinator Pemberlakun Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Idealnya Pak Jokowi pimpin langsung menangani pandemi. Berhubung memilih di belakang layar, kini ditunjuk menteri senior Pak Luhut sebagai komandan,” kata Andi.

“Menurut saya harus ada komandan tambahan seorang dokter ahli virus yang kerjanya menjelaskan/merekom secara scientifik perang ini,” tambahnya.

Dalam cuitannya yang lain, Andi Arief pun mengatakan bahwa Indonesia kini memiliki ciri-ciri sebagai negara gagal.

“Indonesia benar-benarberada dalan ciri negara gagal. Partai-partai koalisi pendukung Jokowi diharapkan tidak ABS. Jangan menjadi Harmoko ke 2 dalam sejarah republik Indonesia,” ungkapnya.

 

 

Terkini