Taliban Eksekusi 22 Pasukan Khusus Afghanistan saat Sudah Menyerah

Rabu, 14 Juli 2021 | 08:15:51 WIB
Taliban. (Youtube)

HARIANRIAU.CO - Viral video milisi atau kelompok bersenjata Taliban mengeksekusi 22 anggota Korps Pasukan Khusus Afghanistan yang sudah menyerahkan diri dalam sebuah pertempuran. Peristiwa itu terjadi di Kota Dawlat Abad di Provinsi Faryab dekat perbatasan Turkmenistan pada 16 Juni 2021 lalu.

Peristiwa itu direkam menggunakan video amatir, tersebar dan heboh di media sosial. Di dalam video berdurasi 45 detik itu, terlihat para anggota pasukan khusus Afghanistan sudah menyerah dan mengangkat kedua tangan, saat sudah kehabisan amunisi. Ketika itu, seperti dilansir CNN, Selasa 13 Juni 2021, mereka mencoba mempertahankan kota itu dari serangan Taliban.

Ketika sudah menyerah, mereka lantas dikelilingi pasukan Taliban yang membawa senapan. Saat itu, penduduk yang berada di sekitar Taliban dan pasukan itu meminta belas kasih supaya para serdadu itu tidak dieksekusi.

“Jangan tembak mereka, jangan tembak mereka, saya mohon jangan tembak mereka. Apakah kalian orang Pashtun tega membunuh orang Afghanistan?” demikian teriak penduduk di sana dalam bahasa Pashtun.

Kendati demikian, di dalam video itu terdengar suara seorang lelaki memerintahkan supaya anggota Taliban melucuti pakaian para anggota pasukan khusus itu.

“Buka baju perisainya (rompi anti peluru),” teriak seorang anggota Taliban.

Di saat itu juga, para milisi Taliban melepaskan tembakan dan memberondong para serdadu Afghanistan itu hingga tewas.

Taliban mengklaim pasukan khusus Afghanistan itu ditangkap hidup-hidup, dilucuti dan diborgol. Mereka menuduh video itu dibuat-buat untuk menakuti rakyat atau anggota aparat keamanan supaya jangan menyerah.

Sementara itu, Palang Merah Internasional membenarkan 22 pasukan pemerintah tewas. Pernyataan itu juga dipertegas Kementerian Pertahanan Afghanistan. Kejadian itu menimbulkan pertanyaan terhadap komitmen Taliban untuk menerima tentara Afghanistan yang menyerah dan tidak dilukai.

Salah seorang anggota pasukan khusus Afghanistan yang meninggal adalah Sohrab Azami. Tentara berusia 32 tahun itu adalah anak dari perwira tinggi Angkatan Bersenjata Afghanistan, Jenderal Hazir Azimi.

“Siapapun akan marah jika hal itu terjadi pada anak mereka. Mengapa penduduk tidak mendukung operasi kami dan tidak memberitahu Taliban akan datang?” geram Azimi seperti dikutip dari lamn TERKINI.ID.

Azimi mengatakan, mendiang anaknya bertugas untuk meminta bantuan udara. Sohrab memang meminta bantuan, tetapi hal itu tidak kunjung datang hingga akhirnya ia dan rekan-rekannya kehabisan peluru dan menyerah.

Korps Pasukan Khusus Afghanistan beranggotakan 11 ribu orang, termasuk mendiang Sohrab. Ia dan seluruh rekannya dilatih militer Amerika Serikat (AS). Mereka juga memiliki peralatan dan persenjataan yang lebih mumpuni dibandingkan tentara reguler.

Sohrab bahkan direncanakan akan menikah dengan tunangannya yang merupakan warga AS pada Agustus 2021 mendatang.

Serangan Taliban itu semakin gencar dilakukan di tengah proses penarikan pasukan koalisi asing Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Amerika Serikat.

Juru negosiasi Taliban, Shahabuddin Delawar, mengatakan wilayah-wilayah yang mereka rebut mencakup 250 dari keseluruhan 398 distrik di Afghanistan.

 

Terkini