TOKYO – Sejarah karya seni Jepang kembali tercetak. Salah satu industri karya seni terbaik mereka yaitu anime kini resmi telah berusia 100 tahun.
Untuk merayakan hal itu, Pusat Film Tokyo's National Museum of Modern Art mengadakan sebuah pameran yang memamerkan film-film teranimasi tertua mereka, termasuk Namakura Gatana atau The Dull Sword, yang dirilis tahun 1917.
Dilansir dari Hollywood Reporter, ada sebanyak 64 film yang ditayangkan di museum tersebut. Cerita juga bervariasi dari yang bergaya murni Jepang hingga kebarat-baratan, dan yang berisi layanan informasi publik maupun propaganda pemerintah sebelum kedua Perang Dunia. Ide tersebut datang ketika tengah mengarsipkan film-film teranimasi (anime) tertua.
"Ketika membuat versi digital dari arsip setiap film, kami membentuk sebuah tim riset di tahun 2014 guna mencari cara untuk menjaga dan menggunakan film-film tersebut. Jadi kami meluncurkan banyak film, yang kebanyakan sudah publik karena hak salinnya sudah habis, untuk membuat Japanese Animated Film Classics," tutur anggota tim riset Pusat Film, Kazuki Miura.
Bagi fans anime, tidak perlu khawatir tidak mengerti Bahasa Jepang. Tim riset telah membuat subtitle berbahasa Inggris untuk setiap anime, yang bisa dinikmati di lingkungan museum. Sementara ini, film-film telah dipublikasikan dengan nama berbahasa Inggris, meskipun situs berbahasa Inggris direncanakan baru akan diluncurkan beberapa bulan mendatang.
“Kami memutuskan memberi subtitleberbahasa Inggris di setiap film sehingga semua orang dari seluruh dunia bisa menikmatinya," papar Miura.
Film-film tersebut dapat disaksikan hingga akhir tahun 2017. (okz)

