Cegah Karlahut, Ini Empat Hal yang Dilakukan Kodim 0314/Inhil

Cegah Karlahut, Ini Empat Hal yang Dilakukan Kodim 0314/Inhil
Kasdim 0314/Inhil, Suratno saat bersama reporter harianriau.co

HARIANRIAU.CO INDRAGIRI HILIR - Terkait permasalahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Komando Distrik Militer (Kodim) 0314/Inhil telah melakukan beberapa langkah, baik berupa pencegahan maupun penanggulangan.

Adapun langkah-langkah tersebut adalah Sosialisasi terhadap masyarakat, normalisasi kanal dan pembangunan blocking kanal, serta pemanfaatan Early Warning System (EWS), yakni pemantauan keberadaan titik api (hot spot) melalui satelit yang terkoneksi dengan sistem komputer di Markas Kodim (Makodim) 0314/Inhil, maupun respon cepat (Quick Response) oleh para personel Kodim 0314 yang tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Inhil.

Hal ini dikemukakan oleh Dandim 0314/Inhil, Letkol Inf J Hadiyanto melalui Kepala Staf Kodim (Kasdim), Suratno kepada harianriau.co saat ditemui di ruang kerjanya, Tembilahan.

"Kalau sosialisasi sudah sering. Mulai dari pemasangan spanduk, Babinsa keliling ke kampung-kampung dan perusahaan dengan tujuan agar, baik masyarakat maupun perusahaan tidak membakar lahan untuk membuka lahan pertanian mereka yang berisiko terhadap munculnya asap karena api yang membesar dan tak terkendali. Masih ada cara lain untuk membuka lahan pertanian tanpa harus membakar lahan," paparnya.

Kemudian, Suratno mengatakan langkah berikutnya adalah dengan normalisasi kanal dan membangun blocking kanal di seluruh daerah Kabupaten Inhil dan telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu.

"Untuk normalisasi kanal, itu dilakukan pengerukan di kanal-kanal yang ada demi menjaga volume air tetap mencukupi jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk dilakukannya pemadaman api. Begitu pula dengan blocking kanal yang diperuntukkan pada musim kemarau dan dibangun dengan cara menutup kanal-kanal yang ada," jelasnya.

Selanjutnya, Suratno mengatakan bahwa Early Warning Sistem dan Respon Cepat merupakan kombinasi langkah pencegahan dan penanggulangan Karlahut di Kabupaten Inhil.

"Jadi EWS ini terkoneksi langsung kepada kami. Pemantauan terhadap hot spot di Inhil dilakukan melalui satelit, yang mana jika terdapat hot spot maka akan langsung terdeteksi di sistem komputer kami. Saat terpantau, kami akan melakukan respon cepat (Quick Response, red), dengan langsung meluncur ke lokasi hot spot guna melakukan pemadaman," terangnya.

Sekali lagi, Suratno berharap agar seluruh pihak yang terkait agar dapat terus menjaga sinergitas dalam upaya mengatasi Karlahut. Dan menghimbau kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak lagi melakukan pembakaran lahan maupun hutan dengan alasan apapun, agar dapat tercipta ketenteraman, kenyamanan dan situasi yang sehat serta kondusif. (Pratama)

Halaman :

Berita Lainnya

Index