Terlihat WS (baju kuning) hanya terduduk di balik sel isolasi Denpom di Pekanbaru. Brigjen Abdul Karim menggelar jumpa pers langsung di sel WS memastikan si oknum sudah diproses pasca insiden dengan anggota Polantas Pekanbaru

Oknum TNI yang Pukul Polisi di Pekanbaru Ditahan dengan Kaki Dirantai dan Tangan Diborgol

Jumat,11 Agustus 2017 - 11:09:38 WIB | Di Baca : 8352 Kali

PEKANBARU - Serda WS, oknum prajurit TNI Korem 031 Wirabima, akhirnya ditahan di sel isolasi Denpom 1-3 Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (10/8/2017) malam tadi. Ia dijemput petugas di rumahnya dan langsung diproses.

Hal itu diungkapkan Danrem 031 Wirabima Brigjen Abdul Karim, Jumat (11/8/2017) pagi. Bahkan jenderal bintang satu ini datang langsung ke sel WS dan menggelar jumpa pers di sana. Tampak si oknum hanya tertunduk dari balik ruang tahanan, dengan kaki terpasang rantai dan tangan diborgol.

BACA: Oknum TNI di Pekanbaru Bentak dan Pukul Polisi, Ini Videonya

"Tadi malam yang bersangkutan menghubungi saya (nelpon), ada masalah dengan Polantas, saya tanya dia di mana, katanya sedang di rumah. Saya hubungi Komandan POM dan berikutnya diamankan," ungkap Brigjen Abdul Karim dikutip goriau.com.

Atas intruksi Danrem 031 Wirabima, Serda WS pun langsung ditahan dan diproses untuk dimintai keterangannya. Brigjen Abdul Karim memastikan, oknum tersebut akan diproses sebagaimana mestinya dan diberikan sanksi atas sikap arogansinya.

Kelakuan Serda WS mendadak jadi perbincangan, setelah videonya viral di media sosial. Ia mengamuk di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, depan Ramayana. Sasaran kemarahan oknum prajurit ini adalah anggota Polantas Polresta Pekanbaru.

Pada video amatir berdurasi singkat tersebut tampak WS beberapa kali memukul helm anggota Polantas bernama Yoga Vernando, berpangkat Bripda. Tak cuma itu saja, ia juga sempat menedang sepeda motor matik milik anggota polisi tersebut. Baca: Viral Video Oknum TNI Ngamuk dan Pukul Anggota Polantas Pekanbaru di Tengah Jalan.

Abdul Karim mengatakan, prajuritnya ini ketika kejadian memang tidak mengenakan helm. Dia memastikan, perbuatan tersebut jelas-jelas tidak dapat dibenarkan, karena semestinya prajurit harus tertib dan menjadi contoh bagi yang lain.

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...