VIDEO: Diculik Lalu Dipaksa Nikahi Gadis Tak Dia Kenal, Pria Ini Nangis Ditodong Senjata

VIDEO: Diculik Lalu Dipaksa Nikahi Gadis Tak Dia Kenal, Pria Ini Nangis Ditodong Senjata
Binod Kumar dipaksa menikah

HARIANRIAU.CO - Bermaksud menghadiri pernikahan temannya, seorang pria di India justru diculik dan dipaksa menikah dengan gadis yang tidak dia kenal.

Video pernikahan dengan paksaan itu kemudian viral dan menimbulkan kehebohan.

Dilaporkan News18, pria yang menjadi korban adalah Binod Kumar (29), executive engineer pada Bokaro Steel Plant.

Ia bermaksud menghadiri acara pernikahan temannya di Distrik Nalanda, dekat Patna, negara bagian Bihar.

Namun saat pesta, beberapa pria keluarga gadis itu mendekatinya dan mengajaknya ke suatu tempat.

Hingga akhirnya dipaksa menikah dengan todongan senjata api di kepala.

Kronologis penculikan diceritakan saudara laki-laki Binod yang bernama Sanjay pada News18.

"Saudara saya naik kereta Hatia-Patna dari Bokaro karena harus menghadiri acara pernikahan dekat Patna pada 3 Desember. Surendra Yadav (pelaku) membujuknya ke Mokama dan dia setuju. Dia diculik di sana dan dibawa ke Pandarak dimana saudara saya dipaksa menikahi seorang gadis," sebut Sanjay.

Awalnya Binod tidak mau melaksanakan perintah keluarga gadis itu karena tidak kenal dengan si calon istri.

Tapi kemudian dia ditodong pistol hingga upacara selesai.

Dalam video tampak Binod didandani secara paksa. Pria itu juga tersedu saat dipaksa menjalani ritual upacara pernikahan.

Ia memohon dibebaskan dan terus menangis minta tolong.

Tapi yang terdengar malah sekelompok wanita yang diduga kuat adalah keluarga 'pengantin' wanita berusaha meyakinkan pria itu.

"Kami cuma menikahkanmu, bukan menggantungmu. Mengapa kamu menangis keras? Diam," kata seorang di antaranya.

Mereka menghapus air mata Binod. Pria itu ditahan di desa tersebut setelah upacara pernikahan.

Ritual di daerah itu dikenal sebagai 'Pakadua Vivah' atau kawin paksa.

Gulf News melaporkan ritual seperti ini biasa dilakukan oleh keluarga-keluarga yang mencarikan jodoh yang cocok bagi putrinya, tapi tidak mampu membayar mahar bagi pengantin pria.

Sanjay Kumar mengatakan bulan lalu ia telah melapor ke polisi karena cemas adiknya tidak pulang. Apalagi dia mendapat panggilan telepon yang menyebutkan tentang Pakadua Vivah yang dijalani Binod.

Namun dia merasa tidak mendapat bantuan sehingga memutuskan untuk melapor ke kepolisian di Patna.

Senior Superintendent of Police (SSP) Manu Maharaj dari Kepolisian Patna memberi perintah kepada Kepolisian Pandarak untuk membebaskan Binod dari desa tempat dia ditahan setelah pernikahan paksa tersebut.

Sebulan setelah insiden, Binod dan Sanjay mendapatkan telepon yang berisi ancaman agar tetap menerima wanita itu menjadi istri.

Karena itu, pria tersebut kembali mendatangi kepolisian Patna untuk meminta perlindungan.

"Kami akan mengawasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Kami juga akan melakukan penyelidikan terhadap peran polisi lokal," kata Superintendent of Police (SP) Amarkesh pada News18.

Sementara itu saudara laki-laki si 'pengantin' wanita, Umesh Prasad, membantah upacara tersebut adalah pernikahan paksa.

"Kami sudah mengenal Binod sejak lama dan bahkan pernah memulai pembicaraan dengan ayahnya serta rencana pernikahan. Setelah ayahnya meninggal Binod siap untuk menikah dan ini adalah event yang sudah direncanakan," jelas Umesh Prasad.

Namun dia kemudian mengelak ketika ditanya tentang video yang membuktikan adanya pemaksaan.

"Saya tak tahu tentang video apapun. Dia (Binod) sekarang menolak pernikahan ini karena perintah abangnya. Saya harap kehidupan pernikahan mereka bahagia," katanya.

Sumber: tribunpekanbaru

Halaman :

Berita Lainnya

Index