Dua Gadis Manis Dikira PSK, Tas Digeledah Isinya Bikin Senyum-senyum

Dua Gadis Manis Dikira PSK, Tas Digeledah Isinya Bikin Senyum-senyum

Tak jarang nihil. Karena para PSK itu mampu berlari lebih kencang dan lihai untuk bersembunyi.

Mereka sering dijuluki PSK pahe, singkatan dari paket hemat. Karena rata-rata umur perempuan ini tak lagi bisa disebut muda.

Penampilannya juga tak kinclong-kinclong amat. Tarif mereka terbilang murah meriah. Cukup menyediakan beberapa puluh ribu rupiah, sudah bisa menyewa servis mereka.

Pemandangan menyedihkan tampak di lantai dua Pasar Bawang, dekat Harum Manis. ML, 17 tahun, dicegat petugas selagi beristirahat di lorong pasar.

Lorong itu lengkap dengan bantal, guling dan kasur. Dilindungi terpal seadanya untuk menahan angin malam.

Perempuan kurus itu berambut pirang. Mukanya putih dan pucat, akibat bedak yang terlampau tebal.

Mengenakan kaus oblong warna hitam ketat dan celana jeans robek. Ketika hendak dibawa, bicaranya ngelantur. Petugas menemukan sekaleng lem dari tempat tidurnya.

“Yang, sayang. Panggilkan mama,” kata ML berkali-kali pada seorang lelaki yang masih berusia remaja. Ibunya, SJ, yang tinggal di lorong belakang pasar pun ikut diangkut Satpol PP.

Keterangan ML sesudah diamankan ke Rumah Singgah Dinas Sosial Banjarmasin di Jalan Gubernur Subarjo, terdengar tak konsisten.

Pertama, dia mengaku umurnya sudah 18 tahun. Dirinya tampak berupaya menuakan umur sebenarnya.

Kedua, dia menyebut lelaki yang dipanggil mesra itu sebagai kakak kandung. “Itu kakak, bukan siapa-siapa,” ujarnya.

ML juga membantah dengan sengit bahwa dia sedang menjajakan diri di Harum Manis. “Punya usaha warung kopi, tapi tidak dibuka karena sepi pembeli,” imbuhnya.

ML mengaku sudah tinggal di pasar sejak lahir. Meski begitu, dia pernah mengecap bangku sekolah. “Sampai kelas II SMP putus,” ujarnya.

Kejadian menarik juga terjadi di Siring RE Martadinata seberang Balai Kota. Satpol PP mencegat dua perempuan muda sedang nongkrong di atas sepeda motornya.

Mencurigakan. Karena malam sudah larut dan pakaian keduanya cukup minim.

Petugas kemudian menggeledah pakaian, isi tas dan jok motor. Bungkusan plastik kecil yang dikira berisi obat-obatan terlarang, ternyata hanya berisi garam.

“Buat ngerujak, pak. Kalau tak percaya boleh colek dan coba,” ujarnya. Mereka kemudian disuruh lekas pulang ke rumah.

Halaman :

Berita Lainnya

Index