Anak kucing ini terlahir dengan satu mata. Warga setempat menyebut kelahiran anak kucing bermata satu itu seperti jelmaan Dajjal.

Fakta Dibalik Anak Kucing Bermata Satu yang Lahir di Siak

Senin,12 Maret 2018 - 14:32:08 WIB | Di Baca : 2941 Kali

HARIANRIAU.CO -  Kelahiran seekor anak kucing bermata satu membuat geger warga RT 1 RW 1, desa Pusako, kecamatan Pusako, kabupaten Siak. Warga setempat menyebut kelahiran anak kucing bermata satu itu seperti jelmaan Dajjal dan tanda-tanda akhir zaman.

"Kami sekeluarga kaget, karena seperti Dajjal gitu. Masyarakat yang tahu juga sangat kaget, banyak yang menyebut, kucing itu tanda-tanda akhir zaman," kata Saiful Effendi, pemilik kucing tersebut, Minggu (11/3/2018).

Saiful dan keluarganya memelihara induk kucing berwarna kuning keemasan.

Sabtu (10/3/2018) pagi, induk kucing itu melahirkan di rumahnya.

Satu dari 3 ekor anak kucingnya lahir dalam kondisi aneh.

Hal itulah yabg membuat Saiful sekeluarga kaget.

"Ada "dajjal" satu ekornya, bentuknya menakutkan sekali," kata dia.


Ketika foto dan video kucing bermata satu itu dilihatkan kepada teman-temannya, semua yang melihat mengatakan si kucing itu mirip Dajjal.

"Astaghfirullahalazim. Teman-teman pada ngucap semua saat melihatnya," kata dia.

Tidak sedikit pula yang mengira, kelahiran kucing mirip dajjal itu pertanda adanya kiamat-kiamat kecil di kabupaten Siak.

Sekaligus cara Tuhan mengingatkan manusia dunia sudah berada pada bagian akhir zaman.

Kucing aneh itu berbulu putih.

Matanya begitu besar di wajahnya.

Kucing ini juga tidak memiliki hidung, dagunya lebih panjang.

 Di atas matanya yang menakutkan terdapat satu tanduk, dan telinganya lebar dan berdiri.

Sedangkan kukunya tampak lebih panjang dari anak kucing lainnya.

 Kagetnya masyarakat desa Pusako, kecamatan Pusako, Siak terkait anak kucing yang lahir bermata satu membuat Drh. Susilawati memberikan pelurusan pemahaman.

Sebab, sebagian warga menganggap anak kucing malang itu seperti dajjal.

 Drh. Susilawati sekaligus Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Siak, meminta warga tidak mengait-ngaitkan peristiwa itu sebagai tanda-tanda akhir zaman.

Sebab, kelahiran kucing bermata satu itu karena tidak sempurnanya pertumbuhan organ pada saat fetus dalam kandungan.

 "Penyebabnya bisa karena kelainan kromosom atau genetik, faktor external seperti bahan kimia, cuaca, faktor internal seperti nutrisi dan kondisi induk," kata dia, Minggu (11/3/2018).

Ia menguraikan, pada saat pembelahaan sel ada kromosom yang terjadi kelainan.

Sehingga ada anggota tubuh yang tidak sempurna seperti sumbing, jari lebih atau kurang, kepala kebih dari satu dan lain-lain.

 "Ini jawaban secara medis, tapi kalau secara agama, tentu sudah takdir Allah," kata dia.

Ia melanjutkan, kelainan atau abnormal biasanya disebut dalam ilmu embriologi cyclops syndrom.

Hewan yang menderita kelainan ini biasanya juga tidak bertahan lama.

"Karena sebagain organ tubuh selama embriogenesis tidak berkembang dengan sempurna," kata dia.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak berpikiran aneh-aneh terhadap kelaian pada bayi kucing tersebut.

"Mohon juga kepada warga yang punya pengetahuan atau latar belakang peternakan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjadi kegaduhan," kata dia.

sumber: tribunpekanbaru

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...