Keranda jenazah nenek Sutinah (60) warga Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang dibopong warga saat hendak ke tempat pemakaman.

Saat Hendak ke Pemakaman, Karanda Jenazah Nenek Ini Melompati Tembok Pagar

Sabtu,17 Maret 2018 - 11:45:15 WIB | Di Baca : 2539 Kali

HARIANRIAU.CO - Proses pemakaman nenek Sutinah (60) warga Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (12/3/2018) lalu awalnya tampak normal.

Dikutip dari pojoksatu.id, sejumlah warga berbondong-bondong mengantarkan jenazah Sutinah menuju ke pemakaman. Namun, ketika hendak dimakamkan dari rumahnya menuju ke pemakaman, keranda jenazah nenek Sutinah harus melompati tembok pagar setinggi 1,5 meter.

Pihak keluarga mengaku tidak ada jalan lain selain melompat tembok itu untuk membawa jenazah sampai di makam.

“Jalannya ya cuma lompat tembok itu. Ada jalan lain, tapi ya sangat sempit, lebarnya hanya 60 sentimeter, keranda kan tidak bisa lewat, soalnya kanan kiri ada tembok rumah warga,” jelas Sarmin, salah satu anak nenek Sutinah.

Tembok itu dibangun oleh pihak desa setempat usai permasalahan galian c ilegal di desa setempat yang dilaporkan ke polisi sekitar satu tahun lalu.

“Saya salah satu warga yang berpartisipasi melaporkan galian c di desa kami ini ke polisi. Ada indikasi pihak desa tidak suka dengan perbuatan kami melaporkan galian c itu ke polisi,” katanya.

Sarmin menjelaskan, di Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto ada lokasi galian c yang legal dan ilegal. “Yang resmi itu ya yang di area persawahan. Sedangkan yang kami laporkan itu yang penggalian sungai,” tuturnya.

Semenjak itu, pihak desa memblokir akses masuk ke rumah Sutinah dan Sarmin dengan menggunakan tembok permanen. “Alasannya ya tidak seberapa jelas kenapa harus ditutup jalan masuk ke rumah ini,” tuturnya.

Pasca pemblokiran tersebut, pejabat Kecamatan Gondang juga sempat mendatangi rumah Sutinah dan Sarmin untuk melihat jalan yang diblokir.

“Saat itu, Pak Camat bilang kalau tembok yang menutup jalan ini akan dibongkar. Bahkan saya disuruh bikin pintu pagar dari besi,” bebernya.

Namun, lanjut Sarmin, pihak desa tidak memberikan keputusan untuk membongkar tembok dan membuka akses masuk ke rumah Sarmin dan Sutinah sampai saat ini. Dengan adanya tembok itu, Sarmin mengaku kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...