Harimau Bonita

Cegah Konflik Harimau dan Masyarakat, Pemerintah Harus Ada Pemetaan yang Jelas

Selasa,20 Maret 2018 - 18:34:42 WIB | Di Baca : 1522 Kali

HARIANRIAU.CO - Hingga saat ini, Harimau Sumatera yang bernama Bonita belum berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Harimau yang masuk ke areal perkebunan ini sebelumnya sudah menerkam dua orang warga Inhil hingga tewas.

Wakil Ketua DPRD Riau, Kordias Pasaribu, menyebutkan bahwa untuk melindungi satwa langka tersebut, Pemerintah harusnya memiliki peta perlindungan yang menjadi habitatnya. Dengan demikian, pemerintah bisa melindungi kawasan yang masuk dalam habitat perlindungan harimau.

"Merupakan suatu kesalahan jika pemerintah sampai tidak memiliki peta tempat harimau beraktivitas. Jika ada, tentu bisa melarang berbahai aktivitas manusia di daerah tersebut," ujar Politisi PDIP ini pada Selasa (20/3/2018) dikutip harianriau dari cakaplah.

Selain itu, Kordias juga mengatakan agar harimau-harimau liar yang ada di wilayah Sumatera, khususnya Riau ini bisa dibuat alat pelacak. Dengan demikian, jika harimau tersebut masuk ke daerah pemukiman atau perkebunan, bisa segera diantisipasi.

"Pemerintah juga bisa memonitor langsung pergerakan harimau tersebut. Sehingga pertemuan dengan manusia bisa dihindari," ujar Kordias.

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...