Secara fisik Kathoey sebenarnya terlahir sebagai pria pada umumnya, hanya saja mereka memilih untuk berganti kelamin dengan melakukan berbagai operasi plastik agar bisa meyerupai wanita. Kecantikan waria Thailand bahkan sudah diakui dunia dengan seringnya kontestan waria dari Thailand yang memenagkan kontes kecantikan transgender di dunia. Tapi anehnya meski secara umum sudah diterima oleh masyarakat, secara hukum Thailand belum mengakui Kathoey sebagai salah satu gender yang resmi.
3. Hijra - India

Meski tak banyak orang yang tahu bahwa sejak tahun 2014 yang lalu,pemerintah India telah memberlakukan sistem 3 gender dalam sistem hubungan mereka,selain pria dan wanita di India kini telah ada satu gender lagi yaitu Hijra,istilah Hijra dalam bahasa India kurang lebih bisa diartikan sebagai 'Eunuch' atau Hemaprodit (istilah ilmiah untuk kelamin ganda) dalam bahasa Inggris,istilah ini digunakan karena seorang Hijra biasanya adalah orang yang secara fisik lahir sebagai pria,namun dalam hal perkembanganya cenderung memiliki sifat yang layaknya wanita.

Di India sendiri selain Hijra sebenarnya masih ada beberapa istilah lain untuk mengklarifikasi pria-pria gemulai ini mulai dari Aravani, Aruvani hingga Jagappa. Karena itu kebanyakan Hijra yang pada dasarnya memang memiliki ketertarikan fisik terhadap laki-laki biasanya akan bekerja di lokalisasi setempat atau menjadi wanita penghibur dalam acara-acara perayaan.
4. Fa'afafine - Samoa

Bangsa Samoa dikenal sebagai bangsa petarung yang kuat baik di darat maupun dilaut,Namun meski begitu ternyata salah satu bangsa kuno ini ternyata juga menganut 3 sistem gender,menurut sejarah konon nenek moyang orang Samoa yang disebut sebagai Pre-Christian Samoa,percaya bahwa setiap insividu pasti memiliki peran gender yang berbeda yang diklarifikasikan sesuai dengan sifat bukan fisik,karena itu selain pria dan wanita,terdapat pula kategori gender lain yaitu Fa'afafine,bagi orang Samoa Fa'afafine,merupakan klarifikasi gender ke 3 yang merujuk pada seorang anak lelaki yang lahir dengan tubuh pria namun sifat feminimnya justru lebih menonjol.
5. Bissu,Calalai Dan Calabai - Bugis,Indonesia
Meski sudah banyak ditemukan di kota-kota besar di Indonesia, hingga saat ini Waria masih saja menjadi hal yang tabu bagi masyarakat Indonesia umumnya. Keberadaan waria ini sering kali dihubungkan dengan penyakit masyarakat maupun penyimpangan sosial yang terjadi seiring dengan laju perkembangan jaman. Meski begitu, sebenarnya terdapat kebudayaan lokal Indonesia yang menjadikan Waria sebagai sentral. Kebudayaan tersebut berasal dari suku Bugis di Sulawesi yang bahkan memiliki klarifikasi gender hingga lima golongan. Selain pria dan wanita, ada juga Bissu, Calalai (tomboi), dan Calabai (waria). Nah, khusus untuk Bissu, mereka memiliki kedudukan istimewa karena merupakan figur spiritual yang konon dapat menghubungkan manusia dengan dewa.



