HARIANRIAU.CO - Geliat tempat prostitusijelang bulan suci Ramadhan 2018, seakan mencoreng Kota Tangerang. Ironisnya lagi, tak jarang tamu pria hidung belang itu rela antre menunggu kamar yang dipakai secara bergantian.
Kapolsek Neglasari Kompol Robinson Manurung menyebutkan, lokalisasi yang berada di belakang gedung Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Kota Tangerang itu, memang kerap dikunjungi bebagai kalangan.
“Dari tarif yang ditawarkan mulai dari Rp200 ribu hingga Rp 300 ribu, bukan hanya sopir angkot, tapi banyak juga karyawan pekerja. Seperti satu dari dua pasangan yang kemarin tertangkap di kamar itu merupakan karyawan bandara,” ujar Manurung kepada pojoksatu.id.
Dari hasil keterangan salah satu PSK, kata Manurung, dalam setiap harinya, ada sekitar 20 lebih PSK berusia mulai dari 20 hingga 40 tahun itu paling banyak mendapat sewa hanya tiga tamu saja. Sebab, jika pukul 10:00 WIB ke atas telah sepi.
“Ramenya habis Magrib, itu pun harus antre. Karena hanya ada beberapa bangunan yang isinya hanya satu sampai tiga kamar saja,” katanya.
Adapun PSK yang terciduk, mengaku terpaksa terjun ke dunia prostitusi lantaran kebutuhan ekonomi rumah tangganya. Kini pihak kepolisian pun, masih menyelidik apakah ada peran dari murcikari di lokasi tersebut.
“Karena kebanyakan dari mereka mau mangkal di sini atas kemauan sendiri. Dan kita juga sudah menghubungi keluarga dari PSK dan tamunya,” jelasnya.
sumber: pojoksatu

