Suasana di depan rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (10/5/2018)

Kapolri Ngaku, Keamanan Rutan Mako Brimob Bukan untuk Napi Teroris, tapi…

Jumat,11 Mei 2018 - 20:49:29 WIB | Di Baca : 2591 Kali


HARIANRIAU.CO - Kerusuhan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat berakhir dengan 40 jam penyanderaan dan ‘pembuangan’ napi teroris ke LP Nusakambangan. Bukan hanya itu, lima anggota polisi gugur dan satu napi teroris tewas tertembak.

Sedangkan tiga orang lainnya mengalami luka serius dan seorang lainnya, yakni Bripka Iwan Sarjana, sempat menjadi sandera.

Dalam kerusuhan tersebut, para napi teroris juga dengan medah merampas ratusan senjata dan amunisi.

Senjata dan amunisi itu pula yang kemudian dipakai untuk menghabisi nyawa lima anggota polisi dengan cara keji.

Kapolri Jendral Tito Karnavian saat memberikan keterangan kepada awak media di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018)

Kapolri Jendral Tito Karnavian saat memberikan keterangan kepada awak media di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, tragedi kerusuhan Mako Brimob merupakan evaluasi berharga dalam sistem rutan bagi napi teroris.

Tito mengakui, rutan yang berada di kompleks Mako Brimob ini jauh dari kata layak.

Sebab, napi teroris dapat leluasa menggasak barang bukti yang berada di ruang pemeriksaan.

Selain itu, rutan yang juga menjadi tempat Ahok menjalani masa tahanan itu tak didesain khusus untuk narapidana kasus terorisme.

Demikian disampaikan Kapolri kepada awak media di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

“Rutan ini tidak layak untuk tahanan terorisme, rutan ini adalah rutan yang digunakan untuk anggota polri yang terlibat pidana,” jelas Kapolri

Akan tetapi, dikarenakan dinamika dan kebutuhan tempat khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap napi teroris, Mako Brimob dinilai sebagai tempat yang cukup mewakili.

Akan tetapi, lanjut Tito, kendati dikurung di tengah markas, namun rutan tersebut dinilai tetap tidak layak.

“Bukan di desain secara maksimum security yang layaknya untuk teroris,” jelasnya lagi.

Selain tak didesain dan keamanan khusus untuk tahanan terorisme, rutan tersebut juga melebihi kapasitas.

Senjata yang dirampas napi teroris dalam kerusuhan Mako Brimob, Kamis (10/5/2018)

Senjata yang dirampas napi teroris dalam kerusuhan Mako Brimob, Kamis (10/5/2018)

Sebab idealnya, beber Tito, rutan dihubi 60 sampai 90 orang saja. Sedangkan jumlah napi teroris di Blok C tersebut mencapai 156 orang.

“Ini saya lihat dan saya juga baru tau bahwa ada 155 orang yang menghuni rutan tersebut. Jadi sangat sumpek sekali,” jelasnya.\

Dalam jangka panjang Kapolri akan memikirkan tempat yang akan dibangun khusus untuk tahanan terorisme.

“Ini akan bekerjasama dengan Menteri Keuangan dan internal lainnya untuk bagaimana membangun tempat yang layak rutan sementara khusus penanganan terorisme,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pun menyampaikan pernyataan tegasnya terkait kerusuhan dan teror yang terjadi di Mako Brimob tersebut.

Dalam pernyataann resminya, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia tak takut dengan segala macam aksi teror.

Ia juga menegaskan, bahwa negara tak sejengkal pun mundur atau takut, terlebih jika berkaitan dengan masyarakat.

Karena itu, presiden juga tak akan memberikan ruang sedikit pun atas upaya-upaya untuk mengganggu keamanan negara.

Demikian disampaikan presiden dalam konferensi pers-nya di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

“Negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun pada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara,” tegasnya.

Suasana di depan rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (10/5/2018)

Suasana di depan rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Kamis (10/5/2018)

Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyatakan berbelasungkawa, terutama kepada lima anggota Polri yang menjadi gugur dalam peristiwa tersebut.

“Atas nama bangsa dan negara, saya sampaikan rasa duka atas gugurnya lima anggota kepolisian dalam menjalankan tugas negara,” ujar Presiden.

Ia menjamin, lima anggota polisi yang gugur dalam tugas itu akan mendapat kenaikan pangkat.

Selain itu, ia juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan katabahan.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan. Saya perintahkan kepada Wakapolri untuk berikan kenaikan pangkat luar biasa,” katanya.

Sumber: pojoksatuid






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...