Linda Wati, mayat dalam box di masjid

Kronologi Penjahat Titip Mayat dalam Box Plastik di Masjid

Senin,11 Juni 2018 - 04:29:03 WIB | Di Baca : 2119 Kali


HARIANRIAU.CO - Penemuan mayat dalam box plastik di Musala Al-Musyarofah membuat geger warga Pemakuan Laut, RT 03 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kronologi penemuan mayat bermula saat pria misterius mendatangi Musala Al Musyarofah pada Minggu (10/6/2018) dinihari sekitar pukul 02.00 wita.

Penjahat itu datang menggunakan sepeda motor yang diduga milik korban. Ia membawa box plastik. Pria itu kemudian menitipkan box plastik ke jamaah yang sedang melakukan itikaf dan tadarus di dalam masjid.

”Orang itu bilang nitip box ini sebentar karena mau pulang mengambil handphone yang ketinggalan. Dia bilang kalau kesiangan nanti, bawa masuk saja boxnya,” ujar saksi mata, Darpai dikutip harianriau dari laman pojoksatu.id.

Kotak plastik itu kemudian disimpan di dalam masjid, tepat di samping pintu toilet masjid. Namun hingga pagi hari, pelaku tak kunjung datang mengambil kotak plastik tersebut.

Ibu-ibu jamaah masjid lantas mendekati box plastik itu. Merasa curiga, mereka mencoba membukannya. Saat dibuka, box itu berisi bungkusan plastik berwarna hitam.

Warga kemudian menyentuh bungkusan plastik itu. Setelah disentuh dengan jari, isinya terasa kenyal. Warga menduga isinya daging. Ada pula yang menyebut sayur. Bahkan, ada yang mengira menu sahur.

Mayat dalam box plastik Linda Wati

Mayat dalam box plastik, Linda Wati

Warga yang semakin curiga memberanikan diri membuka kantong plastik hitam tersebut. Dan alangkah terkejutnya mereka, ternyata isinya adalah mayat wanita yang diikat dengan tali rafia.

Warga pun langsung melaporkan temuan mayat wanita tersebut ke polisi. Dalam waktu singkat, polisi tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, polisi membawa mayat dalam box itu ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk diotopsi demi kepentingan penyelidikan.

Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, polisi berhasil mengungkap identitas korban. Polisi kemudian menghubungi keluarga korban untuk datang ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Korban diketahui bernama Linda Wati. Wanita berusia 32 tahun itu tinggal di Desa Anjir Serapat Timur, Jalan Trans Kalimantan Kilometer 14, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Lind Wati diketahui bekerja di perusahaan Plywood Tanjung Selatan (TS), Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalteng). Kabupaten Kapuas dan Barito Kuala memang saling berbatasan antara Kalteng dan Kalsel.

Mayat dalam box plastik di Mushola Al-Musyarofah. Istimewa

Mayat dalam box plastik di Mushola Al-Musyarofah. Istimewa

Kakak kandung korban, Baimunah (44) mengatakan, Linda Wati merupakan anak bungsu dari enam besaudara. Ia tak menyangka adiknya mengalami nasib tragis. Baimunah mengaku tidak punya firasat buruk sebelum kematian adik tercintanya itu.

“Tidak ada firasat buruk tentang adik saya, cuma dapat telepon dari pihak kepolisian, disuruh menjenguk di RSUD Ulin Banjarmasin,” kata Baimunah, Minggu (10/6/2018).

Ia menambahkan, korban sehari-hari bekerja di perusahaan Plywood di PT Tanjung Selatan, di Desa Beringin, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Setiap berangkat kerja, Linda Wati menggunakan sepeda motor.

“Dia sering memakai kendaraan Yamaha MX, dia juga pakai perhiasan, ” ujar Baimunah. Diduga, motor korban telah dirampas pelaku dan dibawa kabur.




Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...