HARIANRIAU.CO - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indragiri Hilir (Inhil) sebabkan jarak pandang udara di Pelalawan hanya mencapai 5 kilo meter. Hal ini disebabkan karena adanya pergerakan angin yang membawa asap dari Karhurla di Inhil bergerak menuju arah utara. Selain di Pelalawan, Pekanbaru juga mulai terlihat asap, meski jarak pandang tidak separah di Pelalawan, yakni mencapai 8 kilometer.
"Memang ada asap tadi. Ini karena asap Karhutla di Inhil terbawa angin dari arah selatan bergerak menuju utara. Daerah yang dilalui seperti Pelalawan dan Pekanbaru mulai terlihat asap," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Oto Sukisno, Kamis (27/9/18).
Untuk malam ini, asap sudah mulai berkurang, kemungkinan karena mulai berkurangnya titik hotspot di Inhil. Namun jika ternyata Karhutla di Inhil kembali meluas, jarak pandang di Pelalawan dan Pekanbaru akan kembali terbatas, akibat adanya asap kiriman dari negeri seribu parit tersebut.
"Tergantung kondisi Karhurla di Inhil, karena kalau kembali meluas pergerakan angin tetap mengarah ke utara, Pekanbaru akan kembali berasap," jelas Sukisno.
Selain itu, jarak pandang Rengat juga cuma mencapai 8 kilometer. Sementara Dumai normal, yakni mencapai 10kilometer.
Ada pun untuk hotspot, sore ini BMKG Pekanbaru tidak bisa mendeteksi, dikarenakan blank area. Ada pun untuk hotspot di luar Riau tersapat 3 titik di Bangka Belitung. (mcr)

