HARIANRIAU.CO - Pada awal tahun 2018, tepatnya bulan April lalu, pemerintah Filipina menutup salah satu pantai terindahnya. Pantai Boracay ditutup sementara lantaran banyaknya sampah dan limbah yang mengotori pantai.
Kini, setelah enam bulan ditutup, Boracay akhirnya dibuka kembali sejak Jumat (26/10) lalu. Dilansir dari This Is Insider, walau sudah dibuka, ada sederet peraturan ketat yang harus diikuti oleh pemilik hotel dan wisatawan agar kedepannya Boracay tetap terlindungi.

Pemerintah juga menutup beberapa usaha, seperti tiga kasino, serta sejumlah hotel dan restoran yang tidak memenuhi standar. Alhasil, kini hanya tersisa kurang dari 160 usaha di bidang pariwisata yang tetap bertahan.
Sebelumnya ada 525 hotel di pulau dengan lebih dari 14.000 kamar. Kini menyusut menjadi 116 hotel dengan 5.677 kamar, yang bisa dipesan sejak 19 Oktober lalu.
Selain itu, pemerintah juga melarang pengunjung untuk melakukan pesta minuman dan merokok. Pemerintah bahkan berencana untuk menghapus pesta 'LaBoracay' yang terkenal. Jumlah wisatawan yang bisa masuk juga dibatasi. Bila dahulu setiap tahunnya Boracay bisa didatangi sekitar 2 juta turis tiap tahunnya, kini yang boleh pelesiran di dalamnya hanya 19.200 saja.

Para pejabat mengatakan per harinya hanya 6.400 orang saja yang diizinkan masuk, dengan asumsi mereka akan tinggal selama setidaknya 3 hari.
Walau banyak aturan ketat yang harus dipatuhi, pemerintah berjanji Boracay akan tetap menyenangkan. Dibukanya kembali Boracay, juga mendapat sambutan positif dari puluhan ribu pekerja dan wisatawan.

