Ketua Pendamping dan Audit Teknis, Sugeng Wiyono menandatangani MoA dan NKPT bersama dengan Kadis PUPR Bengkalis, Hadi Prasetyo, di Pekanbaru, Kamis, 11 April 2019.

Minimalisir Kecurangan dalam Pengerjaan Proyek, PUPR Bengkalis Gandeng UIR Sebagai Pendamping

Jumat,26 April 2019 - 15:33:59 WIB | Di Baca : 1963 Kali

HARIANRIAU.CO - Pengerjaan proyek-proyek yang memakan biaya besar, diakui sangat berpotensi terjadinya kesalahan sehingga berujung dengan jeratan hukum. Terlebih kegiatan yang sepenuhnya dibiayai dengan kas negara atau daerah.

Pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan misalnya. Tidak dapat dipungkiri proyek ini rawan terjadinya kecurangan, sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan harapan yang telah direncanakan.

Kadis PUPR, Hadi Prasetyo dan Ketua Tim Pendamping dan Audit dari UIR usai menandatangani MoA dan NKPT, Kamis 11 April 2019.



Meminimalisir dan berharap meniadakan kesalahan atau bahkan kecurangan dalam pengerjaan proyek, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak semata diam tanpa solusi, tetapi saat ini melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah dan sudah melakukan terobosan dengan menggandeng mitra dari Universitas Islam Riau (UIR), sebagai Tim Pendamping dan Audit Teknis dalam proses pengerjaan proyek.

Hal ini terbukti dari penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Naskah Kesepakatan Pelaksanaan Teknis (NKPT), yang dilakukan PUPR bersama tim dari UIR, yang dilakukan di Pekanbaru, Kamis, 11 April 2019 lalu.

Penandatanganan yang dilakukan Kepala Dinas PUPR Bengkalis, Hadi Prasetyo dan Ketua Pendamping dan Audit Teknis dari UIR, Prof. Dr. Ir. H Sugeng Wiyono, berlangsung di ruang rapat Green Elite Hotel Pekanbaru, disaksikan Pejabat Pengawas, Pejabat Administrator, Pejabat Pelaksana Teknis, para penyedia barang dan jasa, konsultan pengawas dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas PUPR mengatakan, bahwa ini merupakan tindaklanjut dari Memorandum Of Understanding yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, yakni tentang menginginkan kerjasama bersama UIR untuk menjadi Pendamping dan Audit Teknis Pelaksanaan Pembangunan dan Peningkatan Jalan.

Ada 12 proyek peningkatan jalan yang nantinya akan didamping dan diaudit secara teknis oleh tim ini, sehingga melalui penandatanganan kerja sama ini pelaksanaan proyek reguler ini dapat berjalan dengan sesuai aturan dan tidak terjadi tindakan kecurangan, kata Kadis PUPR.

Hadi menyebutkan bahwa tim dari UIR yang dipimpin Prof. Dr. Ir. H Sugeng Wiyono, bukanlah orang yang tidak berkompeten, namun tim ini sudah teruji dan terbukti mampu mendamping dan menjadi tim audit teknis secara internal, sehingga dapat mencegah kesalahan yang berujung pada penegakan hukum.

"Melalui pendampingan dan pemeriksa atau tim audit teknis internal yang kita minta dari UIR ini, kita berharap mampu mencegah terjadinya permasalahan baik dalam pelaksanaan maupun dikemudian hari. Paling tidak, dengan adanya tim ini kita bisa meminimalisir tindakan kesalahan atau bahkan kecurangan," tuturnya.

Menurut Hadi Prasetyo, dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang saat ini dipimpin Bupati Bengkalis Amril Mukminin, PUPR tetap berkomitmen agar setiap proses pekerjaan infrastruktur dapat berjalan dengan baik sesuai aturan.

Kita yakin, dengan adanya Tim Pendamping dan Audit Teknis ini proses pekerjaan proyek lebih terjamin dan terjaga, baik secara kualitas dari proyeknya maupun kuantitasnya, ucapnya.

Ada pun 12 lokasi dimaksud terdiri dari Pembangunan Jalan Balai Raja menuju Desa Petani dikerjakan (PT Sumber Artha Reksa Mulia), Peningkatan Jalan Gajah Mada menuju batas Kecamatan Pinggir (PT Razasa Karya), dan Peningkatan Jalan Tasik Serai menuju batas Kecamatan Mandau (PT Zhafira Tetap Jaya).

Kemudian, Pembangunan Jalan Balai Raja menuju Desa Petani (PT Riau Mas Bersaudara) dan Peningkatan Jalan Bantan Air-Bantan Timur (PT Pubagot Jaya Abadi), Peningkatan Jalan Muntai-Bantan Timur (PT Lamna), Peningkatan Jalan Tanjung Medang-Kadur (PT Bumi Siak Makmur), Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih-Kadur (PT Arafah Alam Sejahtera), dan Peningkatan Jalan Sungai Linau-Tanjung Damai (PT Unggul Sokaja).

Dengan dijadikannya tim ahli dari UIR sebagai mitra dalam memberikan pendampingan dan audit teknis internal Prof. Dr. Ir. H Sugeng Wiyono, mengaku senang bisa membantu Pemerintah Kabupaten Bengkalis, khususnya pihak pengelola kegiatan.

Bagi kami ini bukan persoalan keuntungan, tetapi kami senang dapat membantu pengelola kegiatan dan pemenang tender proyek dalam mengerjakan pekerjaan yang menggunakan biaya daerah dengan angka yang cukup besar, sebutnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis, yang telah mau melakukan kerja sama dengan UIR dalam menjadi pendamping dan tim audit internal pengerjaan 12 lokasi proyek tahun 2019 ini.

Adapun nama-nama tim sembilan yang di Ketuai Sugeng Wiyono ini adalah, Ir Masrizal MT, Eko Malga Dwipa ST, Firman Syarif, ST MT, Ir Hari Prasetio, Jumari ST, Miswarti ST MT, Mukhfid BE dan Marjohan.

Sebagai Tim Pendamping dan Audit, kami bertugas memberikan pendampingan atas keraguan dan berupaya memberikan solusi jika terjadi permasalahan dalam proses pengerjaan, terangnya.

Pihaknya juga tidak melakukan audit diakhir pekerjaan, melainkan pemeriksaan bahan material yang digunakan akan rutin dilakukan guna mencegah terjadinya kesalahan.

Ini lah tugas kami. Kami akan pantau, tinjau dan cek setiap tahapan pekerjaan yang dilakukan rekanan. Bukan bererti menyulitkan, tetapi kita berupaya agar tidak terjadinya kesalahan sehingga terjerat hukum, katanya.

Ia juga mengaku, pihaknya tidak mungkin dapat bekerja maksimal jika tidak didukung oleh pihak rekanan dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis khususnya Dinas PUPR.
Kita butuh kerjasama. Niat kita tidak mau pengerjaan ini menjadi salah. Tentu hal ini harus sama-sama kita lakukan agar dapat diwujudkan. Mudah-mudahan hasil dari pengerjaan proyek-proyek ini nantinya sesuai harapan dan aman, harapnya.

Tim Lakukan Peninjauan

Belum lama ini, guna melihat dan memastikan proses pekerjaan 3 proyek reguler infrastruktur jalan, di Kecamatan Bengkalis dan Bantan, Tim Pendamping dan Audit Teknis Internal dari UIR melakukan peninjauan, Rabu, 24 April 2019 kemarin.

Tim Pendamping dan Audit Teknis dari UIR, Mukhfid, ketika melakukan peninjuaan dan pengejekan pengerjaan proyek jalan Kelemantan-Sekodi, didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Diongi serta pegawai PUPR, Rabu, 24 April 2019.

 

Bersama Kepala Dinas PUPR, diwakili Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Diongi dan petugas pengawas, Tim Pendamping dan Audit Teknis ini mengawali peninjauan proyek pengerjaan peningkatan Jalan Muntai-Bantan Timur, Kecamatan Bantan, yang dikerjakan PT Lamna.
Kemudian, dilanjutkan dengan peninjauan dan pengecekan pengerjaan proyek peningkatan Jalan Ketam Putih-Kelemantan dikerjakan PT Res Karya dan Kelemantan-Sekodi dikerjakan PT Citra Mulia Perkasa Abadi.

Tim Pendamping dan Audit Teknis dari UIR, Mukhfid, ketika melakukan peninjuaan dan pengejekan pengerjaan proyek jalan Kelemantan-Sekodi, didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Diongi serta pegawai PUPR, Rabu, 24 April 2019.
 

Saat ini kita masih melakukan peninjuan awal atas 3 proyek peningkatan jalan di Pulau Bengkalis. Kita bersyukur karena ini baru awal sehingga kita bisa tahu semua. Baik dari tahap pengerjaannya penggalian, penimbunan maupun bahan-bahan matrial yang digunakan, ujar salah seorang Tim Pendamping dan Audit Teknis dari UIR, Mukhfid, disela-sela peninjauan yang berdua dengan Abdullah sebagai rekannya.
Mukhfid juga mengungkapkan, tim dari UIR yang diketuai oleh Prof H Sugeng Wiyono tak lain hanyalah bertugas memberikan pendampingan dan mengaudit secara teknis dalam pengerjaan proyek yang dilakukan oleh rekanan.

Jadi dalam setiap peninjauan kita, jika terdapat ketidak sesuaian secara ketentuan, tugas kita memberikan arahan dan masukan agar pada akhirnya nanti tidak terlibat masalah hukum, sebutnya.

Tim Pendamping dan Audit Teknis dari UIR, Mukhfid, ketika melakukan peninjuaan dan pengejekan pengerjaan proyek jalan Kelemantan-Sekodi, didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Diongi serta pegawai PUPR, Rabu, 24 April 2019.
 

Seperti contoh bahan matrial besi, terangnya, dalam ketentuannya pihak rekanan harus menggunakan besi 8 milimeter (mm) net, namun ternyata besi yang dibeli tidak sesuai, padahal alat matrial ini sudah Setandar Nasional Indonesia.

Setelah kita lakukan pengecekan besi ini hanya berukuran 7,2 mm, padahal besi ini sudah SNI, nah ini yang perlu kita kasi dan evaluasi kembali supaya nanti tidak menimbulkan masalah, katanya.

Apresiasi Anggota DPRD Bengkalis

Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan memberikan apresiasi kepada Dinas PUPR yang telah menggandeng mitra dari Universitas Islam Riau (UIR), sebagai Tim Pendamping dan Audit Teknis dalam proses pengerjaan proyek.

Dijelaskan anggota DPRD Bengkalis asal Kecamatan Bantan tersebut, dengan adanya pendampingan, sangat membantu dinas PUPR dalam memonitor mulai dari awal sampai akhir pekerjaan, sehingga hasilnya nanti sesuai harapan.

"Dan yang lebih penting sekali, jangan sampai pekerjaan ini dikemudian hari berimplikasi pada hukum," terangnya mengakhiri. (Advertorial)

Share Tweet Google + Cetak