Derita Penyakit Langka, Wanita 28 Tahun Jadi Mirip Nenek-nenek

Derita Penyakit Langka, Wanita 28 Tahun Jadi Mirip Nenek-nenek
Sara Geurts

Saat itu, Sara berada dalam titik terburuk dalam hidupnya, kebiasaan yang buruk, orang-orang yang buruk, dan ia butuh usaha besar untuk menghilangkan itu semua dan Bri ada untuk membantunya melewati semua itu.

"Kami memilih untuk menggunakan gejala gangguan saya melalui fotografi sebagai cara membantu orang lain, karena (EDS) dikenal sebagai penyakit tidak terlihat, saya adalah kasus yang langka di mana gejalanya terlihat. Karena itu, banyak orang tidak mendapatkan pengobatan karena dokter secara fisik tidak bisa melihat ada yang salah pada mereka," ujar Sara.

Gejala umum dari EDS meliputi hipermobilitas dan nyeri sendi, kulit yang kendor dan masalah pencernaan. Tapi ada banyak jenis dan bagaimana kondisi itu memengaruhi setiap orang bisa sangat berbeda.

"Ini adalah kekurangan kolagen. Jadi, kolagen ada di kulit, di ligamen. Bagi saya, saya tidak punya sedikit pun kolagen di kulit yang menyebabkan kelemahan ekstrem ini," ujar Sara.

Pada usia 6 atau 7 tahun, Sara pertama kali mulai menyadari kulitnya merenggang, dan awalnya itu dianggap sebagai sesuatu yang hebat. Anak-anak di lingkungannya berpikir bahwa ia keren karena kulitnya bisa merenggang. Dan pada usia 8 atau 10 tahun, ia baru didiagnosis penyakit itu.

Selama usia remaja, Sara menyadari kondisi kulitnya dan menyembunyikannya di pakaian lengan panjang, bahkan pada saat musim panas. Hingga ia berusia 20-an, mulailah Sara mendapatkan kepercayaan diri, tidak hanya dalam menunjukkan tubuhya tapi juga menyayanginya.

Sara dan Bri terus melanjutkan pemotretan bersama, tapi dengan kesehatan Sara yang terus menurun membuat jadwal rutin pemotretan mereka menjadi sulit. Musim dingin merupakan yang tersulit baginya. Ia harus mendatangi perawatan darurat sendiri dan sayangnya yang ia kunjungi bukanlah spesialis EDS.

Berat badan Sara juga menurun drastis dan itu membuat banyak orang khawatir. "Saya rasa itulah di mana ide GoFundMe dimulai dalam hal mencari tahu spesialis apa yang butuh kami temui," ujar Sara.

Melalui GoFundMe, Sara akhirnya bisa mendapat spesiais EDS di Minneapolis, tapi tidak demikian dengan ongkos pengobatannya. Sara menemukan kemungkinan besar adanya gastroparesis serta penyakit aktivasi sel massa atau penyakit lainnya.

Jadi, perjalanan Sara masih panjang untuk menjalani tes dan spesialis apa yang harus ia temui. Demi alasan karier dan kesehatan Sara, mereka berdua mempertimbangkan untuk pindah ke Los Angeles.

Halaman :

#Viral

Index

Berita Lainnya

Index