Ditinggal Suami Karena Lahirkan Anak Cacat, Dina Oktavia: Saya Ingin Kuliah Dan Kerja

Senin,09 Desember 2019 - 14:22:50 WIB | Di Baca : 207 Kali


HARIANRIAU.CO - Dina Oktavia (21) kini dapat tersenyum sumringah usai kehidupannya kian membaik berkat mendapat bantuan dari sejumlah pihak. Ia menjadi sorotan warga Surabaya usai kisahnya ditinggal suami karena anaknya mengidap penyakit hidrosefalus mencuat ke media.

Tak hanya ditinggal suami, Dina Oktavia juga mengisahkan hidupnya yang pahit lantaran harus tidur di hunian tak layak yang banyak ditinggali tikus. Namun, semenjak banyak diberitakan, kehidupan Dina Oktavia kini berangsur membaik.

Bantuan datang mengalir untuk Dina

Sejumlah relawan dan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada wanita tersebut. Bahkan, ia kini sudah tak lagi tinggal di rumah penuh tikus, melainkan sudah pindah ke rusun yang telah disiapkan.

Dina kini tersenyum lega

Saat ia dipindahkan dari hunian lamanya ke Rusun Gunungsari Surabaya, Selasa (3/12/2019), wajah Dina Oktavia diliputi senyuman bahagia. Bersama ibunya, Dina Oktavia masuk ke mobil yang telah disiapkan Pemkot Surabaya untuk menuju tempat tinggal barunya. Saat itu, tampak sang putra, Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandu digendong oleh neneknya. Berbeda dengan Dina Oktavia yang tampak sumringah, ibunya justru tersenyum haru menerima bantuan dari pemerintah.

Sebelum pindahan, Dina Oktavia sempat berpamitan kepada tetangga sekitarnya. Suasana haru pun pecah saat Dina berpamitan kepada tetangganya.

"Alhamdulillah, senang dan bersyukur," kata Dina.

Rusun Gratis untuk Dina, Fasilitas Lengkap

Di dalam Rusun tersebut, Dina beserta keluarganya mendapat fasilitas secara cuma-cuma. Sebab, seluruh fasilitas ditanggung oleh salah seorang pejabat di Pemprov Jatim yang enggan disebut namanya. Kisah Dina Oktavia memang mendapat perhatian khusus dari Pemkot Surabaya bahkan Pemprov Jatim. Pengelola Rusunawa, Anang Bintoro mengatakan, rusun beserta fasilitas lainnya diberikan secara gratis kepada kelurga Dina Oktavia (21).

"Ini gratis semua" kata Anang.

Di dalam kamar tersebut tersedia beberapa fasilitas seperti kasur dan lemari.

"Nanti insyaallah ada dermawan yang mau nyumbang kulkas sama ac," tambah Anang.

Dina juga mendapat bantuan pribadi dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia mengaku bersyukur banyak yang peduli terhadap keadaan dirinya.

"Saya senang, bersyukur banyak yang peduli," kata Dina.

Dina ingin buka usaha

Meski sudah menerima bantuan dan tinggal di rusun, Dina Oktavia masih harus terus menghidupi keluarganya. Ia menceritakan jika ia ingin membangun usaha kecil-kecilan.

Hal tersebut ia lakukan agar ekonominya stabil dan kebutuhan keluarganya dapat terpenuhi, terlebih lagi untuk sang anak. Ia berharap kelak anaknya, Muhammad Pandu Firmansyah dapat tumbuh layaknya anak-anak seuisianya.

Anak Derita Hidrosefalus hingga ditinggal suami

Sebelumnya, Dina Oktavia ramai diperbincangkan karena kisah hidupnya yang ditinggal suami karena malu memiliki anak tak sempurna. Padahal, ia dan suaminya dulu berjuang untuk mendapatkan restu orang tua pihak laki-laki. Namun, usahanya tersebut justru pupus lantaran sikap sang suami yang enggan menerima anak mereka.

Diketahui putra Dina Oktavia mengidap penyakit hidrosefalus. Penyakit tersebut membuat sebagian wajah Pandu rusak, terutama dibagian hidung, bibir dan matanya. Bukan hanya suaminya saja yang malu dengan anak mereka, namun mertuanya pun juga bersikap demikian.

"Suami saya sudah satu bulan ini pergi, katanya malu punya anak tidak sempurna," ungkap Dina yang bercerita sambil berkaca-kaca.

"Malu gara-gara cucunya gak sempurna," terang Dina.

Dina trauma dengan tikus

Diceritakan dina, putranya sudah didianosa memiliki kelainan sejak dalam kandungan.

"Anak saya kelainan sejak dalam kandungan," kata Dina saat ditemui dirumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Tak hanya itu, Dina juga trauma terhadap gigitan tikus, sebab, kondisi anaknya yang mengidap hidrosefalus ditengarai lantaran virus tikus.

"Saya waktu hamil dua kali digigit tikus," katanya.

Sehingga, ia berharap keluhannya itu didengar oleh Pemerintah Kota Surabaya bahkan Pemerintah Provinsi Jatim.

"Ingin anak saya terjamin. Agar lekas sembuh," harapnya.

Saat menuturkan kisah hidupnya tersebut air mata Dina terus meleleh. Dina bercerita, sang anak, Pandhu baru saja keluar dari rumah sakit untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk saluran cairan di kepalanya di RSU dr Soetomo Surabaya.

"Ini masih rawat jalan," ungkap Dina dibalik wajahnya yang nampak sendu itu.

Dengan sejumlah bantuan yang terus mengalir untuknya, diharapkan Dina Oktavia dan keluarganya kini dapat hidup lebih layak.

Suami Dina akhirnya angkat bicara

Suami Dina oktavia, Muhammad Abdul Aziz (23), akhirnya memberikan pengakuan
Aziz membantah ia meninggalkan istri beserta anaknya Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandhu lantaran anaknya tersebut mengidap penyakit hidrosefalus.

"Selama ini saya tetap tanggung jawab sama istri dan anak saya," kata Aziz kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Ia mengaku tetap bertanggung jawab dengan anaknya

Aziz mengaku sebagai kepala keluarga, ia tetap memberikan nafkah setiap bulannya kepada istrinya, Dina Oktavia beserta anaknya Pandhu. Aziz tak memungkiri dirinya memang belakangan tidak tinggal serumah dengan Dina di kawasan Jojoran Surabaya. Sebab, Aziz mengaku, banyak faktor, di antaranya karena dirinya mengalah lantaran rumah yang ditinggali keluarga besar Dina Oktavia itu tidak cukup muat untuk beberapa orang.

"Tapi saya tetap tengok anak saya," ucap Aziz.

Azis berterimakasih pada setiap orang yang membantu istri dan anaknya

Aziz menuturkan ia memang tak pulang ke rumah Dina di kawasan Jojoran sejak pertengahan November lalu . Menurutnya, ia ada masalah dengan Dina Oktavia dan bukan karena anaknya, Pandhu.

Dalam kesempatan itu, Azis juga mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang membantu.

"Saya mengucapkan terima kasih dari pihak yang telah membantu memberikan donasi kepada anak saya Pandhu. Itu sangat membantu sekali," kata Aziz.

Pandhu bayi berumur lima bulan ini, didiagnosa mengidap penyakit Hidrosefalus. Saat ini, Dina beserta bayinya Pandhu telah tinggal di Rusuna Gunungsari Surabaya.

Kondisi Dina dan anaknya saat ini

Keluarga Dina Oktavia memang mendapat banyak perhatian dari berbagai pihak karena kisahnya yang beberapa waktu lalu viral. Perhatian terus mengalir dari kalangan relawan serta instansi Pemerintah. Bahkan, bantuan juga datang secara langsung dari perseorangan seperti salah seorang pejabat di Pemprov Jatim yang menanggung seluruh biaya Rusunawa untuk keluarga Dina Oktavia. Serta, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga memberikan bantuan atas nama pribadi, selain pendampingan dari Pemkot Surabaya.

Saat ini Dina Oktavia (21) seorang ibu muda di Surabaya yang beberapa waktu lalu viral lantaran ditinggal suami kini hidup lebih baik. Setelah dipindahkan di rusun Gunungsari Surabaya, Dina Oktavia mengiyakan jika kini kehidupannya berubah, terutama anaknya yang tak lagi rewel.

Selain itu, untuk mencukupi ekonominya, Dina Oktavia kini menjajal berbisnis online. Ia dipindahkan ke Rusun Gunungsari pada Selasa (3/12/2019) lalu dengan bantuan Pemkot Surabaya. Dina dipindahakan dari tempat tinggal lamanya yang sudah tak layak dan dihinggapi banyak tikus.

Azis akui tidak tinggalkan istrinya karena lahirkan anak cacat

Azis menyampaikan semua tuduhan yang diarahkan kepada dirinya dan keluarga merupakan kebohongan belaka. Sebab, menurutnya, sampai saat ini ia masih bertanggung jawab atas istri dan anaknya.

"Jadi berita yang beredar yang menyatakan saya meninggalkan istri saya dan menceraikan istri saya dengan anak kondisi cacat, itu semuanya bohong. Faktanya, sampai saat ini saya masih bertanggung jawab atas anak-istri saya," kata Azis saat dihubungi detikcom, Kamis (5/12/2019).

Azis benarkan kondisi mereka berbeda

Azis mengakui saat ini tidak tinggal serumah dengan Dina dan anaknya yang baru berusia 5 bulan bernama Muhammad Pandhu Firmansyah. Penyebabnya, rumah kontrakan orang tua Dina di Jojoran tidak cukup untuk ditempati bersama.

"Benar, kondisi kami memang beda rumah. Karena waktu itu saat Dina pindah, rumah diisi oleh lima orang. Dina, ibunya, kakaknya sama istri dan anaknya. Jadi mau nggak mau saya harus ngalah. Tapi saya tiap hari tetap ke rumahnya untuk nengok anak-istri saya," terangnya.

Azis angkat bicara soal restu orangtua

Mengenai tudingan bahwa orang tua atau keluarganya tidak menerima anaknya karena cacat, lagi-lagi Azis menyebut itu juga tidak benar. Sebab, dirinya dan keluarganya tetap menerima Pandhu apa adanya.

"Bukan tidak menerima. Di sini semua orang tua saya menerima Dina. Dan setelah menikah sama saya, Dina tinggal di rumah saya, di kamar saya, dan itu cuma sekitar 2 bulanan. Selepas itu, Dina kembali ke rumah," urainya.

"Bahkan ibu saya sendiri sayang sekali sama Dina. Tahu kondisi saat hamil pun, Dina tidak boleh banyak gerak, disuruh fokus sama kandungannya dan nggak capek-capek. Makan pun ingin apa dituruti, buah nggak pernah libur, vitamin nggak pernah telat. Jadi itu semua tidak benar kalau dikatakan keluarga saya tidak menerima. Itu fitnah," Ujar Azis.

Dina kini ingin mandiri dan melanjutkan kuliah

Dina Oktavia (21) yang ditinggal suaminya karena melahirkan bayi cacat, bertekad akan membesarkan buah hatinya sepenuh hati. Untuk itu, ia akan berusaha mandiri tanpa bergantung pada sang suami, M Abdul Azis (23).

"Saya harus tetap mandiri. Saya rencana mau bikin home made gitu lah minuman kemasan. Sama baju-baju lewat online," kata Dina saat ditemui di Rusun Gunugsari Lantai 1 Nomor 112, Rabu (4/12/2019).

Selain itu, jika ada rezeki, ia juga ingin kuliah. Sebab impiannya untuk kuliah selama ini terbentur pernikahan dan biaya.

"Kalau ada rezeki lebih, insya Allah kalau memang jalannya ada ya nggak nolak. Kan kalau lulusan kuliah peluang ke depannya bisa lebih baik lagi," terangnya.

"Tapi saat ini fokus ke anak dulu lah. Itu yang terpenting," imbuh Dina.

Pernikahan muda Dina penuh tantangan

Dina tak menyangka pernikahan dengan suaminya penuh tantangan. Menurut Dina, pada 2018, yang paling ngebet ingin menikah adalah suaminya. Namun usai menikah, ia harus menerima kenyataan ditinggal dan ditolak oleh keluarga suaminya.

"Iya dia bilang dulu kalau nggak nikah sama aku dia nggak mau nikah. Terus cerita ke ibu saya, kalau ibunya dia itu sakit sudah parah pengen ndang gendong cucu," ujar Dina.

"Terus saya sama ibu ya kasihan. Akhirnya saya iba dan nikah. Tapi kehendak di yang di atas lain lagi untuk anakku. Pas lahir dengan kondisi seperti itu nenek kakeknya yang di sana tidak bisa terima," pungkasnya.

Sumber:  merdeka.com






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...