Pembelian Tiket Penyeberangan Bisa Lewat Online

Pembelian Tiket Penyeberangan Bisa Lewat Online
Ilustrasi

HARIANRIAU.CO - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan melakukan upaya digitalisasi pada sistem pembelian tiket. Nantinya pembelian tiket penyeberangan ini bisa dibeli secara online.

Direktur Utama ASDP Ira Pusapadewi mengatakan, rencananya sistem pembelian online ini , akan diresmikan pada 1 Maret 2019 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Nantinya,sistem pembelian tiket online ini terlebih dahulu diberlakukan di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

"Jadi game changer nya pertama itu digitalisasi yang kedua itu online. Kita mengubah sistem menjadi go show very easy. Kita launching 1 Maret oleh Menteri Perhubungan," ujarnya dalam acara diskusi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/2/2020) dikutip dari okezone.com

Dengan adanya sistem ini, nantinya pembelian tiket ini tak akan ada lagi pembelian tiket langsung di loket. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kebocoran tiket yang memang masih kerap terjadi.

"Nanti tidak ada lagi tiket yang go show. Karena kita akan beli tiket lewat online pesan tiket lewat online. Sehingga tidak ada yang macam-macam lagi," kata Ira

Ira mengakui jika sistem online ini memiliki tantangan yang besar. Utamanya dalam hal persiapan sistem yang memang dalam penerapan sistem tiketing online ini selalu menjadi tantangan utama dalam sektor transportasi. "Memang kalau sistem online ada sedikit tantangan dengan sistem. Tapi kita coba," ucapnya.

Sebenarnya lanjut Ira, perseroan sudah melakukan sejumlah transformasi dengan pembayaran nontunai guna menekan angka kebocoran yang selama ini terjadi. Transformasi yang sudah dilakukan sejak tahun lalu ini dengan sistem pembayaran cashless atau menggunakan uang elektronik.

"Kebayang kalau sehari saja ada dua ribuan truk dan kendaraan masuk, kalau itu dibolehkan dengan sistem yang masih manual seperti itu, kebayang berapa lost yang kita rasakan," kata Ira.

Ira berharap sistem pembayaran nontunai memberikan dampak positif bagi pendapatan perusahaan dan juga menekan tingginya uang tunai beredar di pelabuhan. Ira menyebut saat masa puncak seperti lebaran, uang tunai yang beredar di loket pelabuhan dalam sehari bisa mencapai Rp5 miliar hingga Rp8 miliar.

"Ini bukan di bank, kalau bank segitu normal. Ini di pelabuhan, kalau sistemnya belum digital masih sangat manual dan pakai belum bank. Kebayang tidak dampak bocornya segimana," lanjut Ira.

Halaman :

Berita Lainnya

Index