Pembukaan Kongres HMI ke XXXII

Mahfud MD Bicara Ukhuwah Islamiah Di hadapan Arya dan Zuhad Aji

Mahfud MD Bicara Ukhuwah Islamiah Di hadapan Arya dan Zuhad Aji

HARIANRIAU.CO - Ketua Dewan Pakar Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Prof. Dr. Mahfud MD S.H, M.U, M.I.P. menjadi pembicara dalam stadium general pada acara pembukaan kongres HMI (MPO) ke XXXII di hotel Claro, kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Ahad (1/3/2020).

Dalam penyampainnya, Kordinator Menkopolhukam ini mengingatkan kepada seluruh peserta dan kader HMI untuk terus merawat dan memupuk ukhuwah islamiah.

Mahfud MD mengingatkan, bahwa yang dimaksud dengan ukhuwah islamiah adalah bersatu dalam keberbedaan.

“Bukan saling membenci atau saling menyalahkan atas perbedaan,” kata Mahfud.

Mahfud juga menyinggung adanya ‘faksi’ MPO dan Dipo di HMI yang terpecah sekitaran tahun 80an bukanlah hal yang substansi yang perlu diperdebatkan.

“Saya ingin sampaikan, kalau misalnya HMI MPO atau Dipo tak bisa bersatu. Ya sudahlah saya kira berbuat untuk bangsa dan negara bisa dilakukan dengan berbagai pintu-pintu masuk yang berbeda. Mau Dipo, mau MPO nanti saling panggil saja jika sudah di dalam, saling manggil untuk berkontribusi untuk bangsa,” ucapnya.

Dalam pembukaan Kongres ke XXXII tersebut, juga dihadiri oleh Presidium Majelis Nasional Korp Alumni (MN-KAHMI) Hamdan Zoelva sekaligus membuka ‘opening ceremony’ Kongres HMI ke - XXXII yang rencananya akan dilaksanakan hingga 5 Maret 2020, juga hadir Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Kapolda Sulawesi Tenggara Merdisyam, Ketua DPRD Provinsi Sultra serta mantan-mantan Ketua Umum PB HMI MPO, Eggie Sudjana, Puji Hartoyo, dan Muh Fauzi serta seluruh Ketua Umum HMI Cabang se Indonesia.

Yang menarik juga turut hadir dalam pembukaan Pj Ketua Umum PB HMI (Dipo), Arya Kharisma.

Sementara itu, Presidium Nasional MN KAHMI, Hamdan Zoelva dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran HMI yang selalu mengedepankan perkaderan.

“Itulah yang dicita-citakan oleh Lafran Pane sebagai organisasi perkaderan”, ujar nya.

Ia juga menceritakan, ketika HMI didirikan, banyak organisasi pada saat itu sekuler sehingga melatarbelakangi lahirnya himpunan mahasiswa islam.

“Selain itu, kehadiran HMI tentu punya semangat keindonesiaan dan keislaman. HMI jangan hanya hebat di pemikiran, tapi juga kuat di keislaman,” Tambahnya lagi.

Halaman :

Berita Lainnya

Index