Empat mahasiswi yang keracunan karbon monoksida: Sharifah Fariesha (21) duduk kiri, Ayuni Shazwanie (21) berdiri kiri, Nor Adilah Mohd Safwan (21) duduk kanan, dan Nor Aqilah Mohd Safwan berdiri kanan. /Sumber Foto: hrmetro/ tribunmedan

Istirahat di Mobil, Tiga Mahasiswi Tewas Keracunan Monoksida, Satu Kritis

Sabtu,19 September 2020 - 10:18:38 WIB | Di Baca : 123 Kali


HARIANRIAU.CO - Istirahat di Mobil dengan AC dan Mesin Hidup, 3 Mahasiswi Tewas Keracunan Monoksida, 1 Lagi Kritis

Tiga mahasiswi meninggal setelah tidur beristirahat  dalam mobil dalam kondisi mesin dan pendingin (AC) menyala.

Peristiwa tragis ini terjadi 17 September 2020, pada pukul 01.40 waktu Semenanjung Malaya di Kilometer 132.2 Tol Lebuhraya Utara Selatan (PLUS), dekat SPBU Sama Gagah.

Identitas korban adalah Sharifah Fariesha (21) meninggal di lokasi kejadian.

Sedangkan Ayuni Shazwanie (21) meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit Hospital Seberang Jaya (HSJ).

Seperti dilaporkan tribunmedan.com, dilansir dari harian metro malaysia, satu lagi korban Nor Adilah Mohd Safwan (21) meninggal dunia Kamis pada pukul 4.23 petang di Hospital Angkatan Tentera Lumut, Perak.

Sedangkan kembaran Nor Adilah Mohd Safwan, Nor Aqilah Mohd Safwan yang mengemudikan mobil, kini menjalani perawatan Unit Rawatan Rapi (ICU) Hospital Angkatan Tentera Tuanku Mizan Zainal Abidin, Kuala Lumpur.

Menurut Kapolres Seberang Perai Tengah, Asisten Komisaris Shafee Abd Samad, kejadian itu terjadi saat keempat wanita tersebut berhenti untuk beristirahat di SPBU.

Rekaman CCTV mengungkapkan bahwa mobil Honda Odyssey yang dikemudikan Nor Aqilah Mohd Safwan berhenti dan diparkir di pom bensin pada pukul 8.30 malam, katanya.

Mereka berempat keluar dari mobil untuk membeli makanan dan kembali ke mobil.

Shafee mengatakan kejadian itu diketahui oleh ayah Ayuni Shazwanie yang menemukan mobil mereka di tempat kejadian.

Sebelumnya, pria yang tinggal di Kedah itu keluar untuk mencari putrinya yang tak pulang setelah terakhir kali mengirim pesan kepada ibunya pada pukul 21.15 waktu setempat.

"Ayah Ayuni Shazwanie menemukan mobil tempat putrinya dan teman-temannya berada di pom bensin dan terkejut saat mengetahui bahwa mesin mobil masih menyala tetapi mereka tidak sadarkan diri," katanya.

Ayah korban kemudian menghubungi staf medis membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Namun Sharifah Fariesha (21) meninggal di lokasi kejadian dan Ayuni Shazwanie (21) meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit Hospital Seberang Jaya (HSJ).

Dia mengatakan semua korban berasal dari Sungai Petani dan Gurun dan sedang dalam perjalanan pulang setelah liburan di Pulau Jerejak, Penang, 16 September 2020, bersamaan dengan hari libur Malaysia Day.

Ia mengatakan, semua korban merupakan sahabat baik dan belajar di perguruan tinggi yang sama jurusan farmasi.

Terbaru Shafee mengatakan mobil yang digunakan korban sudah diperiksa teknisi.

"Hasil pemeriksaan yang dilakukan disyaki (diduga) ada kebocoran di bagian ekzos (knalpot) mobil  mengeluarkan bunyi dan bau asap yang sangat kuat.

"Akibat kebocoran itu, asap disedot masuk ke dalam mobil dan korban tidak sadarkan diri karena menghirup gas monoksida," katanya.

Anak Sulung dari 7 Bersaudara
Mohd Safwan Yaacob, ayah si kembar Nor Adilah Mohd dan Nor Aqilah, mengaku tidak enak hati setelah kedua ponsel putri kembarnya tidak aktif.

"Beberapa kali saya coba hubungi anak kembar saya, tetapi gagal. Mungkin baterai habis, kataku menenangkan hati. Tapi saya tak enak hati sebab sudah larut malam.

"Saya coba cari mereka tak bisa, sebab saya tak tahu lokasi mereka berada ketika itu. Saya coba menghubungi ponsel dua rekan mereka juga tak aktif," ujar Mohd Safwan Yaacob seperti dilansir harian metro.

Dia mengetahui kejadian menimpa anak kembarnya, Kamis dini hari pukul 1 pagi selepas dihubungi keluarga  rekan anaknya.

Mohd Safwan diarahkan ke Hospital Angkatan Tentera Lumut, Perak.

"Dalam hati saya agak berdebar karena saya dimaklumkan keadaan dua anak saya ketika itu sudah tak sadarkan diri.

"Tidak lama kemudian saya dimaklumkan seorang rekan anak-anak sudah meninggal dunia dan berdoa semoga anak-anak saya dan seorang lagi rekannya selamat," katanya.

Mohd Safwan yang menetap di Taman Ria Mesra mengatakan anak sulungnya, Nor Adilah disahkan meninggal dunia manakala kembarnya kini dirawat di Unit Rawatan Rapi (ICU) Hospital Angkatan Tentera Tunku Mizan Zainal Abidin, Kuala Lumpur.

Menurutnya, pasangan kembar itu memang tidak pernah berpisah sejak kecil malah sering berdua-duaan apabila berlibur.

"Mereka juga belajar dalam jurusan farmasi peringkat Diploma di Kuala Lumpur dan selalu melancong ke Pulau Pinang apabila berlibur.

"Semalam, mereka minta izin nak pergi ke Pulau Jerejak untuk berlibur dengan dua rekan baik mereka namun tak sangka berakhir dengan tragedi," katanya.

Mohd Safwan mengatakan anak sulung dari tujuh beradik itu tidak menunjukkan perubahan sikap sebelum kejadian.

Katanya, mereka sekeluarga ikhlas dengan apa yang terjadi dan berharap anak keduanya cepat sembuh.

Dilansir dari Kompas.com, cukup banyak kejadian orang meninggal di dalam mobil ketika sedang tidur seperti itu.

Menurut Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center, apabila ada gas buang kendaraan bocor dan masuk ke area kabin dan terisap orang yang sedang tidur, itu bisa berbahaya sekali.

Marcell melanjutkan, meskipun hal itu dilakukan dengan kondisi kaca dibuka sedikit, bukan tidak mungkin kadar CO meningkat sedikit dan menurunkan kadar oksiden dalam darah yang menyebabkan tubuh kehilangan cairan.

Beda kondisi dengan kondisi sedang mengemudi atau mobil berjalan tidak keracunan CO.

Hal tersebut karena dalam kondisi sadar bila temperatur berubah atau napas kurang nyaman, bisa melakukan tindakan seperti membuka jendela.

"Berbeda dengan saat kita sedang tidur, kita tidak sadar dengan perubahan yang ada," ucap Marcell.

Lantas, bagaimana jika kondisi mesin mati dan kaca jendela terbuka? Sekiranya aman, kata Marcell, jika posisinya di dalam parkiran basement, tetap bahaya karena terkadang sirkulasi udara di dalam ruangan itu kurang baik sehingga kadar CO ikut tinggi.

"Belum lagi risiko kerampokan menjadi tinggi karena tidur terus posisi kaca jendela terbuka," kata dia.

Untuk itu, tetap cari tempat yang dirasa benar-benar aman bila Anda memang sudah tidak bisa lagi menahan kantuk.

Misalnya, bila berada di rest area, cari lokasi yang berdekatan dengan pos penjagaan.

Buka sedikit kaca jendela, dan matikan mesin kendaraan.

Pastikan semua barang berharga seperti dompet, tas, atau ponsel tersimpan rapi di tempat yang tidak terlihat dari luar.

 

Sumber Berita: tribunmedan.com






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...