Gaya Komunikasi Buruk dan Emosional, Ahok Dinilai Cuma Cocok di Swasta, Bukan di Jabatan Publik

Gaya Komunikasi Buruk dan Emosional, Ahok Dinilai Cuma Cocok di Swasta, Bukan di Jabatan Publik
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

HARIANRIAU.CO - Meski dikenal cukup idealis, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu kerap menimbulkan kontroversi.

Demikian yang disampaikan pengamat politik, Muhammad Qodari saat diundang menjadi narasumber dalam Channel YouTube Helmi Yahya.

Direktur eksekutif Indo Barometer itu menilai, Ahok tidak cocok mengemban jabatan publik. Hal itu lantaran, dirinya memiliki komunikasi yang terbilang buruk.

"Ahok cuma tepat di ranah swasta. Diperusahaan swasta. Nggak cocok yang jabatan publik atau berinteraksi dengan publik," jelas Qodari, Minggu (27/9).

Untuk itu, setelah Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero), Qodari menyarankan kepada mantan anggota DPRD Bangka Belitung itu untuk mempunyai Juru bicara. Namun, dengan nada kecewa Qodari mengatakan di depan Helmi Yahya bahwa saran tersebut tidak diikuti. Akibatnya Ahok kembali menuai kontroversi atas pernyataan yang ia lontarkan.

"Pak ahok tidak punya sensitivitas komunikasi. Apa yang harusnya diomongin di dalam diomongin di luar. Dia tidak tahu situasi dan kondisi," jelasnya.

"Poinnya beliau ini pertama bombastis, kedua emosional, ketiga sulit membedakan kapan dan dimana berbicara," pungkasnya. 

Halaman :

Berita Lainnya

Index