Pabrik Roti Ketahuan Pakai Air dari Ember di Toilet Kotor, Menjijikkan!

Senin,28 September 2020 - 21:32:10 WIB | Di Baca : 105 Kali


HARIANRIAU.CO -  Sebuah pabrik roti yang tidak higienis baru-baru ini menggegerkan media sosial Facebook. Pasalnya, pabrik roti asal Malaysia itu dituding menggunakan bahan-bahan tak layak konsumsi.

Yang lebih menjijikan, tempat produksi roti tak menerapkan proses yang higienis, sangat kotor dan dianggap tak layak digunakan sebagai lokasi pembuatan makanan.

Dilansir dari World of Buzz, Balai Kota Kuala Lumpur (DBLK) telah menutup pabrik tersebut pada Kamis, 24 September 2020.

Melalui laman Facebook, DBLK mengumumkan penutupan pabrik yang terletak di Jalan Kuchai Lama, Kuala Lumpur, Malaysia.

Semua Serba Jorok dan Kotor
Penutupan tersebut dilakukan setelah departemen kesehatan dan lingkungan DBLK, melihat kondisi pabrik yang kotor saat melakukan pemeriksaan.

Dalam unggahannya, petugas DBLK yang menyidak pabrik itu menemukan bekas kotoran tikus di tempat penyimpanan bahan baku dan alat-alat untuk membuat roti.

Lantai pabrik roti itu juga basah dan kotor. Dindingnya nampak memiliki noda hitam. Peralatan yang digunakan untuk mengolah makanan juga tak bersih. Bahkan terlihat sudah menempel bekas-bekas panggangan berwarna hitam.

Ini Air yang Dipakai Buat Produksi
Namun, yang lebih mengejutkan, pabrik itu mengolah adonan kue menggunakan air mentah yang diambil dari toilet yang kotor.




" Tingkat kebersihan di tempat itu sangat memprihatinkan. Bahan baku mentah dan roti disiapkan di lantai," kata DBKL  seperti dikutip dari laman dream.co.id.

Pegawai Sampai Disuntik Tifoid
DBKL mengatakan, pihaknya kemudian menutup tempat itu berdasarkan Bagian 11 dari

Selain itu sepuluh pekerja pabrik, enam orang merupakan warga asing, telah diberi suntikan tifoid.

Sekadar informasi, tifoid disuntikkan ke tubuh manusia untuk mencegah penyakit demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan tipes.

Surat penutupan yang ditandatangani pada 25 September 2020 telah dikeluarkan.

Unggahan di akun DBKL pun mendapat beragam koemntar dari warganet. Ada yang marah karena tak menyebutkan nama pabriknya. (gil)






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...