“Jika kami tidak memperjuangkan Naphasin hari ini, tidak ada yang akan aman untuk mengungkapkan pendapat mereka,” kata Parit 'Penguin' Chiwarak, yang juga menghadapi dakwaan penghinaan kerajaan dengan ancaman 15 tahun penjara.
Belum ada komentar dari Istana Kerajaan terhadap aksi ini. Pihak kerajaan diketahui belum bersuara melakukannya sejak dimulainya protes pada bulan Juli. Juru bicara pemerintah Anucha Buropchaisri mengatakan lese majeste digunakan sesuai dengan hukum dan bukan untuk memblokir kebebasan berekspresi.
Peserta aksi sempat berfoto-foto di luar toko pakaian yang menjual desain oleh salah satu putri raja. Banyak pembeli pun yang merasa heran oleh ulah mereka.

(Foto: Reuters)

