Foto: Jenazah seorang warga dipikul beramai-ramai oleh warga dan TNI-Polri sejauh 30 km (20detik)

Tak Ada Sopir Ambulans, Bikin Jenazah Warga Dipikul 30 Km ke Rumah Duka

Selasa,12 Januari 2021 - 19:19:12 WIB | Di Baca : 89 Kali


HARIANRIAU.CO - Jenazah Icci Subu (65 tahun), warga Desa Ulumanda, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dipulangkan ke rumah duka dengan cara dipikul dengan bergotong royong oleh warga serta anggota TNI-Polri. Yang mencengangkan, jenazah dipikul sejauh 30 kilometer.

"Ini adalah mayat yang dipikul oleh Pak Babinsa bersama dengan anggota Kepolisian. Ini tidak ada ambulans yang bisa mengangkut sehingga digotong anggota kepolisian dan Anggota Kodim 1401/Majene, ini anggota kepolisian dan Pak Babinsa, mayat..mayat kondisi jalan yang tidak memungkinkan sehingga tidak ada mobil yang bisa mengangkut," kata pria dalam rekaman video sebagaimana dikutip dari detikcom, Minggu (11/1/2021) malam.

Diketahui, Icci Subu meninggal dunia di rumah kerabatnya, Desa Salutambung, Sabtu (9/01). Dia meninggal karena sakit.

Jenazahnya kemudian dipulangkan ke rumah duka. Perjalanan dari rumah kerabat ke rumah Icci Subu memakan waktu dari sore hingga tengah malam.

"Kami mewakili khususnya masyarakat Ulumanda, sangat prihatin sekali kepada khususnya utama Puskesmas Salutambung dan Puskesmas Ulumanda, sampai-sampai kejadian tadi malam yaitu salah satu warga kami meninggal dunia di Desa Salutambung, dipikul menggunakan tenaga manusia dengan jarak tempuh 30 kilometer," jelas Kepala Desa Ulumanda, Hardi dalam rekaman video yang diterima wartawan.

Hardi menuturkan salah satu anggota keluarga Icci Subu sudah berupaya mendapatkan pinjaman ambulans. Namun, lanjut Hardi, pihak puskesmas melontarkan banyak alasan, yang pada intinya ambulans tak dapat digunakan.

"Karena salah satu keluarga almarhum datang ke puskesmas, untuk meminta daripada transport atau ambulans untuk digunakan mengangkut, tapi alasannya, banyak alasannya," ucap Hardi.

"Pertama kuncinya tidak ada, hilang, kemudian katanya juga mobil bukan untuk mobil jenazah, katanya untuk ambulans saja, kemudian salah satu keluarga juga, datang ke Puskesmas Ulumanda meminta juga mobilnya katanya di sana sopirnya tidak ada, kemudian ada yang juga katakan lagi rusak, jadi dua-duanya mobil rusak, " sambung Hardi.

Baik warga maupun perangkat desa berharap pemerintah daerah memperhatikan hal ini agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Dengan adanya kejadian seperti ini, kami harapkan pemerintah, baik provinsi, kabupaten dan kecamatan bisa selalu melayani, khususnya masyarakat kami, " tutup Hardi.


 






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...