Orang Terkaya di Dunia Ini Beri Sumbangan 1,4 Triliun untuk Hal ini

Senin,25 Januari 2021 - 19:19:03 WIB | Di Baca : 186 Kali


HARIANRIAU.CO - Elon Musk akan menyumbangkan USD 100 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Donasi ini rencananya akan digunakan untuk pengembangan teknologi penangkapan karbon terbaik.

Sosok yang baru saja menggeser posisi CEO Amazon Jeff Bezos sebagai orang terkaya dunia ini, sebagaimana dilansir dari detik.com  mengumumkan hal tersebut melalui akun Twitternya. Dia mengatakan, informasi lebih detail terkait donasi tersebut akan menyusul pekan depan.

Informasi lain yang bersumber dari seseorang yang mengetahui rencana tersebut mengatakan, donasi ini akan terhubung ke Xprize Foundation, organisasi nirlaba yang menyelenggarakan kompetisi untuk mendorong pengembangan dan inovasi teknologi.

Definisi luas mengenai teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon punya cara kerja yang sesuai dengan namanya. Limbah karbon dioksida yang diemisikan di kilang atau pabrik, akan ditangkap di sumbernya dan kemudian disimpan dengan tujuan untuk menghilangkan potensi bahaya produk tersebut terhadap lingkungan dan mengurangi laju perubahan iklim.

Sebenarnya ini bukan metode baru, dan sudah banyak perusahaan melakukan upaya ini selama dua dekade terakhir dengan berbagai cara, untuk mencapai tujuan yang sama.

Biaya awal yang tinggi untuk teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon menjadi tantangan utama bagi teknologi ini. Namun, ada sejumlah perusahaan yang menjanjikan penangkapan dan pemanfaatan karbon, sehingga emisi yang terkumpul kemudian dikonversi untuk penggunaan lain yang lebih bermanfaat.

Salah satunya adalah perusahaan bernama LanzaTech, mengembangkan teknologi yang menangkap emisi gas buang dan menggunakan bakteri untuk mengubahnya menjadi bahan bakar etanol yang bisa digunakan.

Bioreaktor digunakan untuk mengubah emisi limbah cair yang ditangkap dan dikompresi dari pabrik baja, atau pabrik dan perusahaan penghasil emisi lainnya menjadi cairan. Teknologi inti LanzaTech adalah bakteri yang suka "memakan" gas kotor ini. Saat bakteri memakan emisi, ia pada dasarnya memfermentasinya dan mengeluarkan etanol. Etanol inilah yang kemudian dapat diubah menjadi berbagai produk lainnya.

 

 

Sumber Berita: detik.com






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...