Jemaah Tarawih di Masjid Istiqlal Lalui Pemeriksaan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Jemaah Tarawih di Masjid Istiqlal Lalui Pemeriksaan Protokol Kesehatan Secara Ketat
Jemaah melaksanakan salat tarawih dengan menerapkan protokol kesehatan. / Sumber Foto: cnnindonesia.com

HARIANRIAU.CO - Ratusan warga ibu kota dan sekitarnya mulai memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, di hari pertama pelaksanaan salat tarawih 1442 Hijriah, Senin (12/4) malam.

Pantauan CNNIndonesia.com, sejak pukul 18.30 WIB, jemaah laki-laki dan perempuan mulai berdatangan. Mereka terus berdatangan hingga waktu salat Isya.

Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Masjid terbesar se-Asia Tenggara ini terpantau cukup ketat. Sejak di pintu masuk masjid, petugas langsung mengecek suhu tubuh jemaah. Apabila di atas 37 derajat celcius, maka  jemaah tidak diperkenankan masuk ke dalam masjid.

Di pintu masuk juga disediakan hand sanitizer bagi jemaah. Tidak hanya di pintu masuk, hand sanitizer juga disediakan sebelum masuk ke area salat.

Di area salat, tidak ada sajadah yang disediakan, jemaah diminta untuk membawa sejadah masing-masing.

Di lantai area salat, telah diberikan tanda silang untuk baris yang tidak boleh ditempati jemaah. Antara satu jemaah dan lainnya terpantau ada jarak sekitar 1,5 meter.

Saat jemaah mulai memadati area masjid, pengurus Istiqlal menjelaskan sejumlah ketentuan di sana selama bulan Ramadan 1442 H. Salah satu di antaranya, tidak adanya pelaksanaan buka bersama di Istiqlal.

Pada pelaksanaan tarawih pertama ini, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar, bertindak sebagai khatib.

"Kita bersyukur bisa melaksanakan salat tarawih saat ini. Seperti yang kita saksikan, kita patut bersyukur selama 42 tahun di bangun baru kali ini Istiqlal bisa renovasi," kata Nasarudin saat memulai ceramah.

Diketahui, pada tahun ini, Masjid Istiqlal bakal kembali menggelar ibadah. Kendati begitu, Istiqlal membatasai jumlah jemaah hanya 2.000 orang.

"Istiqal sudah mulai dibuka pada bulan suci Ramadan, tetapi masih sangat terbatas, jadi kita akan buka sampai 2.000 orang atau 30 persen dari ruang utama," kata Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar, beberapa waktu lalu.

 

 

Sumber Berita: cnnindonesia.com

Berita Lainnya

Index