Soal Bipang, Fadli Zon: Zaman Pak Harto, Pidato Presiden Lewati Seleksi Ketat

Soal Bipang, Fadli Zon: Zaman Pak Harto, Pidato Presiden Lewati Seleksi Ketat
Presiden Joko Widodo

"Pak Moerdiono pernah bilang ke saya, di zaman Pak Harto, pidato Presiden lewat seleksi ketat, karena ucapan RI1 harus akurat tepat. Dari staf pembuat pidato, diseleksi 2 tahap baru ke Mensesneg, terakhir Pak Harto sendiri ikut koreksi. Nah ini siapa yang siapkan teks? Kasihan dong Presiden," kata Fadli Zob melalui akun Twitter-nya pada Sabtu, 8 Maret 2021.

Fadli Zon mengatakan hal itu sebagai respons terhadap pernyataan Yan Harahap, politisi Partai Demokrat soal pido Presiden.

Yan Harahap menyindir bahwa Presiden Jokowi mungkin hanya membaca tanpa meninjau dulu pidatonya.

"Mungkin itu akibatnya jika tinggal baca text tapi tak direview dulu sebelum dibacakan, terlalu percaya sama staff yang bikin narasi. Sementara staff yang bikin narasinya bisa jadi ‘penggemar’ Bipang (Babi Panggang) Ambawang," katanya melalui akun Twitter.

Sebagai catatan, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi telah menjelaskan bahwa pidato dari Presiden Jokowi yang menjadi kontroversial itu adalah dalam rangka mempromosikan kuliner lokal.

"Kami mohon maaf sebesarnya jika terjadi kesalahpahaman, karena niat kami hanya ingin agar semua bangga terhadap produksi dalam negeri, termasuk kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita," ujar Lutfi melaui akun resminya pada Sabtu, 8 Mei 2021.

Maka, Lutfi pun meminta agar masyarakat melihat pidato itu dalam konteks yang lebih luas.

"Penyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku, budaya, dan agama, yang memiliki kekayaan kuliner nusantara dari berbagai daerah," kata Lutfi.

Halaman :

Berita Lainnya

Index