Mengaku Ingin Pulang ke Medan
Masitoh juga menjelaskan, selama satu tahun berkeliling dia mengibaratkan jalan-jalan gratis. Bila tak ada tumpangan, jalan kaki.
"Kalau tidur ada pom bensin, ya pom bensin, ada di masjid. Kan di Jawa (masjid) tak dikunci," tuturnya.
Hal tersebut dilakukan, kata Masitoh, saat anaknya yang kecil berusia empat bulan dan sekarang sudah berusia 1,5 tahun.
"Tinggal di (rumah) mertua enggak mungkin, rumahnya kecil, sempit."
"Untuk kontrakan harus jalan hidup harus jalan, daripada mencuri, gitu kan," ujar Masitoh.
Masitoh ternyata masih warga Lubuk Pakam, Medan, Sumatera Utara. Namun kartu identitasnya hilang karena tasnya dicuri orang saat berada di Cimahi. Begitu juga dengan kartu identitas suaminya.
"Semua tas saya diambil orang di Cimahi, dipikir mereka apa ya, padahal cuma baju saya, suami, dan anak serta surat-surat itu, KTP dan lainnya," tuturnya.
Dengan adanya kejadian viral tersebut, kakak dan orang tuanya menjadi syok. Bahkan kakaknya yang paling besar di Medan sampai darah tinggi.
"Setelah enggak ada penyekatan lagi, InsyaAllah, kami balik ke Medan. Mau ngurusin orang tua di sana," ucapnya.

