Kritik Utang Luar Negeri Indonesia, Denny Siregar: Udah Mirip Kadrun Belum?

Kritik Utang Luar Negeri Indonesia, Denny Siregar: Udah Mirip Kadrun Belum?
Denny Siregar/ Cokro TV

HARIANRIAU.CO - Pegiat medi sosial, Denny Siregar mengkritik Pemerintah yang melunasi utang di tengah kesulitan masyarakat akibat PPKM Darurat.

“Sempet-nya lunasin hutang disaat rakyat sedang kesusahan karena PPKM darurat!!” katanya melalui akun Twitter Dennysiregar7 pada Minggu, 18 Juli 2021.

Namun, Denny melontarkan kritikan itu ternyata sebagai sindiran terhadap para kadal gurun atau kadrun.

“Udah mirip kadrun belum?” kata Host Cokri TV dan 2045 TV itu.

Dilansir dari Kata Data, Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2021 mencapai US$ 415 miliar atau setara Rp 5.931 triliun dengan asumsi kurs Jisdor pada akhir periode yang sama. 

Posisi ULN ini naik 3,1% dibanding periode yang sama tahun lalu (US$ 404,7 miliar), tetapi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (US$ 417,6 miliar).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan bahwa penurunan ULN terutama terjadi pada utang pemerintah.

Posisi ULN pemerintah pada Mei mencapai US$ 203,4 miliar atau setara Rp 2.906 triliun, turun 1,3% dibanding bulan sebelumnya. 

“Penurunan posisi ULN Pemerintah terjadi seiring dengan pembayaran surat berharga negara dan pinjaman dalam valuta asing yang jatuh tempo pada Mei 2021,” ujar Erwin pada Jumat, 16 Juli 2021.

Ia mengungkapkan bahwa penarikan ULN pemerintah pada Mei masih didominasi pendanaan untuk program prioritas, termasuk upaya penangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. 

Belanja yang dimaksud, antara lain administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8%), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2%), sektor jasa pendidikan (16,3%), sektor konstruksi (15,4%), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (12,6%).

Sementara itu, posisi ULN Swasta pada Mei 2021 tercatat US$ 208,7 miliar atau setara Rp 2.982 triliun, turun tipis US$ 209 miliar pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan data ULN BI, utang perusahaan bukan lembaga keuangan turun dari US$ 165,95 miliar pada April 2021 menjadi US$ 165,56 miliar. 

Sedangkan, ULN lembaga keuangan naik dari US$ 42,78 miliar menjadi US$ 43,13 miliar   

Bank Indonesia pun memastikan bahwa ULN pada Mei tetap terkendali. 

Hal ini tercermin dari rasionya terhadap PDB yang mulai turun dibanding bulan sebelumnya. 

Rasio ULN Mei 2021 terhadap PDB sebesar 37,6%, turun dibandingkan rasio bulan April sebesar 37,9%.

“Struktur ULN Indonesia juga tetap sehat, ditunjukkan oleh ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa mencapai 88,5% dari total ULN,” ungkap Erwin.

Halaman :

Berita Lainnya

Index