HARIANRIAU.CO - Islam menjadi agama kontroversial di abad ke-21. Ada banyak kesalahpahaman mengenai Islam. Pandangan tendensius tentang risalah yang dibawa Rasulullah itu telah memaksa banyak orang salah paham terhadap Islam. Ditambah lagi bermunculan kebohongan dan komentar sesat tentang Islam.
Banyak mata di dunia Barat waspada ketika ada pembicaraan atau diskusi tentang agama Islam, termasuk di Republik Dominika. Kaum Muslim di Santo Domingo, Republik Dominika, memiliki masjid yang melawan pandangan miring tentang Islam. Masjid tersebut merupakan representasi kebaikan, nilai, dan kebajikan yang diajarkan Islam.
Komunitas Muslim Circulo Islamico dela Republica Dominicana (CIRD) dan masjidnya menjadi tempat berkumpul Muslim. Di sana mereka bersujud kepada Allah dan juga mengadakan pengajian yang dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang.
Masjid Santo Domingo menjadi pusat perkembangan Muslim. Di sana mereka mengadakan pertemuan kecil. Jumlah Muslim memang tak banyak, tetapi solid dalam menjalin komunikasi. Kehadiran Muslim di Republik Dominika sudah lama dan layak dikenal.
Islam di sana adalah penghubung dengan sejarah penjajahan bangsa dan menjadi bukti pertumbuhan budaya yang beragam. Berbagai kelompok masyarakat berdatangan ke Republik Dominika untuk bekerja dan menjalani kehidupan.
Masa Kelam Dakwah Islam di Dominika
Kedatangan Islam ke Republik Dominika tak lepas dari perdagangan budak Afrika selama masa penjajahan. Ketika itu pasukan Conquistador Spanyol yang dipimpin Christophorus Colombus mendarat di Hispaniola pada 1492. Pada 1502, dimulailah perdagangan budak di wilayah tersebut.
Sejarah mencatat perkembangan Islam di Afrika Barat selama abad ke-16 sangat signifikan. Muslim di sana terus ber tambah dari tahun ke tahun. Di sanalah penjajah mem beli sebagian besar budak yang kebanyakan Muslim.
Gelombang budak pertama yang berasal dari Afrika Barat adalah Muslim Wolof yang tersebar di Amerika. Budak yang datang ke Amerika dipaksa untuk memeluk agama mayoritas. Namun, ternyata pemak saan itu tidak berpengaruh. Mereka secara diam-diam tetap menjalani keyakin an sebagai Muslim.
Budak Wolof berhenti didatangkan dari Afrika pada 1522 setelah pemberontakan budak berskala besar pertama di Amerika terjadi yang dipimpin oleh sekelompok Muslim. Pemberontakan tersebut terjadi di perkebunan gula Admiral Don Diego Colon putra Christophorus Columbus.
Pada 28 Desember 1522, para budak sampai di peternakan Melchior de Castro. Di sana mereka juga berontak dan menuntut kebebasan. Namun, karena ke kuatan tidak besar, aksi mereka digagal kan. Pemberontakan ini menandai berakhirnya perdagangan budak Muslim di pulau itu dan akan menjamin berkurangnya kehadiran Muslim selama bertahun-tahun yang akan datang.
sumber: republika.co.id