HARIANRIAU.CO - Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu adalah laki-laki pertama dari sepuluh orang yang diberi kabar gembira akan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Namanya ‘Abdullah bin ‘Utsman,akan tetapi beliau lebih dikenal dengan nama kunyahnya,yaitu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu.
Julukan beliau adalah Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu karena beliau adalah orang paling segera mendengarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu adalah seorang tokoh Islam yang diakui kehebatannya dalam menegakkan agama Allah.
Keutamaannya begitu besar. Para ulama sepakat akan kedudukannya sebagai orang nomor satu di kalangan para shahabat. Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan laki-laki. Dikalangan shahabat, beliau adalah orang yang paling pemberani, paling ‘alim (berilmu), dan paling bertaqwa kepada Allah.
Beliau adalah manusia yang paling dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan,
“ Seandainya aku boleh mengambil seorang khalil (kekasih yang tercinta), niscaya aku akan mengambil Abu Bakr sebagai khalilku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Berkata AL- Imam Asy-Sya’bi rahimahullah,
“Allah telah mengambil kekhususan kepada Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dengan 4 perkara yang tidak dimiliki oleh sorang pun :
1. Dinamai dengan Ash-Shiddiq.
2. Orang yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di gua Tsur.
3. Orang yang menjadi teman setia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berhijrah.
4. Orang yang ditunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengimami manusia dalam shalat.
Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang sangat takut kepada adzab Allah. Sampai-sampai beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku ingin menjadi sehelai rambut yang menempel di tubuh seorang budak yang beriman.’
Pada suatu hari, Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu pernah dibawakan makanan oleh seorang anak. Ternyata makanan itu hasil perdukunan di zaman jahiliyyah. Setelah mengetahui tentang hal itu, beliau langsung memuntahkannya. Ini membuktikan betapa zuhud dan waro’nya beliau.
Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu adalah seorang laki-laki yang sangat pemberani. Keberaniannya di akui oleh lawan dan kawan. Setiap peparang beliau ikuti. Hijrah dijalan Allah pun beliau jalani.
Beliaulah yang memerangi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ketika para Shahabat dirundung hesedihan atas kematian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba tampilah Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berbicara di hadapan para shahabat dengan ucapan yang menyentuh dan membuat mereka sadar.
Beliau membaca firman Allah:
“Sesungguhnya engkau akan mati dan mereka akan mati pula.” (QS. Az-Zumar: 30)
“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul.” (QS. Ali’Imran: 144)
Kemudian beliau mengatakan,
“Wahai manusia! Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka beliau telah tiada. Dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah adalah dzat yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.”
Maka para shahabat menjadi tenang dan sadar dengan sebab ucapan beliau. Hal ini menunjukkan betapa ‘alim dan kokohnya iman Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu.
Keutamaan beliau yang tidak tertandingi diakui pula oleh ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Ketika diserukan untuk bersedekah, dengan keyakinan akan dapat mengalahkan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu, ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menyedekahkan setengah hartanya. Namun ternyata Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu datang membawa seluruh hartanya,
‘Umar radhiyallahu ‘anhu baru sadar bahwa dia tidak akan pernah mengungguli Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dalam perkara apa pun selama-lamanya.
Beliau radhiyallahu ‘anhu meninggal pada tahun 13 Hijriyah di umur 63 tahun. Kota Madinah dirundung kesedihan. Telah pergi khalifah pertama dan manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau radhiyallahu ‘anhu dikuburkan pada malam hari di sisi makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.