HARIANRIAU.CO - Bhavye Suneja menjadi sosok sentral dalam insiden Lion Air JT-610. Pria India itu, adalah kapten pilot pada penerbangan pesawat yang mengangkut 189 penumpang dan kru tersebut.
Nasib Suneja hingga kini masih samar. Keluarga Suneja yang tinggal New Delhi pun dihantam kecemasan besar.
Sebab, menurut seorang tetangga sang pilot, keluarga besar Suneja menantikan pilot tersebut pulang ke rumahnya di New Delhi untuk merayakan Deepavali yang akan dirayakan di India pada 7 November 2018. Deepavali adalah hari terbesar bagi umat Hindu India.
Sepupu Suneja, Kapish Gandhi, menyebut orang tua dari saudaranya itu, sesaat setelah mendengar kabar Lion Air jatuh, langsung memesan tiket ke Jakartaa.
"Saudara saya sangat mencintai pekerjaannya, dia punya ketertarikan dengan pekerjaannya itu," sebut Gandhi seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (30/10).
"Kami melihat peristiwa itu di televisi, dan kami tidak tahu harus percaya atau tidak," sambungnya dikutip harianriau dari laman kumparan.
Berdasarkan LinkedIn, Suneja sudah cukup lama menjadi seorang penerbang pesawat. Jam terbangnya mencapai 6.000 jam.
Sebelum bekerja di Lion Air, Suneja adalah pilot di maskapai Swiss, Belair hingga 2009. Ia bergabung dengan maskapai Lion Air di Indonesia sejak Maret 2011.
Ia tinggal bersama sang istrinya Garima Sethi di Jakarta dari dua tahun lalu.
Hingga kini, nasib 189 penumpang dan kru Lion Air tujuan Pangkal Pinang yang jatuh pada Senin (29/10) lalu belum bisa dipastikan seluruhnya. Namun, Basarnas menyebut, kemungkinan besar seluruh penumpang dan kru Lion Air telah tewas.