HARIANRIAU.CO - Tim gabungan Basarnas masih terus melakukan pencarian badan pesawat dan black box pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10) lalu.
Namun, pencarian terkendala arus bawah laut yang kencang. Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto mengatakan, pencarian tetap dilakukan namun menunggu arus bawah laut tenang.
"Arus bawah kencang sehingga para penyelam itu untuk menginikan (menemukan badan pesawat) sulit. Kita tunggu dulu sampai agak tenang gitu ya. Tadi sore arusnya masih kencang. Nanti begitu tenang kita lanjut lagi kerja," kata Nugroho dalam konpers di Kantor Basarnas, Gunung Sahari, Rabu (31/10).
Nugroho menambahkan, selama 3 hari pencarian, arus bawah laut yang kencang menjadi kendala utama bagi tim yang melakukan pencarian.
Daftar personil gabungan di hari ke tiga pencarian Lion Air JT-610 (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
"Iya (3 hari pencarian), cukup deras, tadi saya lihat sendiri dari apa itu kabelnya itu kebawa arus, untuk ROV nyangkut tadi. Kesulitan seperti itu yang kita hadapi di lapangan," tambahnya.
Pernyataan Nugroho ini menegaskan kembali perintah Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi yang meminta pencarian badan pesawat dilakukan 24 jam sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.
"Kendala tadi arus sore tadi. Kalau di atas permukaan tenang. Penyelamatan malam akan dilakukan apabila memungkinkan," kata Syaugi di JICT-2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10) dikutip harianriau.co dari laman kumparan.com.
Dugaan badan pesawat dan blackbox ditemukan di 400 meter barat laut dari titik koordinat jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut, yakni 46.15 S - 107 07.16 E. Hingga saat ini baru satu korban meninggal yang teridentifikasi atas nama Jannatun Cintya Dewi.