Keluarga Teknisi Lion Air: Anak Saya Berangkat karena Mendapat Tugas Mendadak

Jumat, 02 November 2018 | 09:21:00 WIB
Keluarga memperlihatkan Rabagus Nurwita, teknisi Lion Air yang menjadi korban pesawat jatuh. Foto: Okezone/Syaiful Islam

HARIANRIAU.CO - Rabagus Nurwito (27) menjadi salah satu korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin 29 Oktober 2018.

Rabagus adalah teknisi Lion Air yang yang sudah bekerja selama 7 tahun di maskapai tersebut. Sebelum naik pesawat, Rabagus sempat menelpon ibunya, Raden Ayu Wiwinda Hajati. Saat itu Rabagus berpamitan pada sang ibu untuk berangkat bertugas ke Pangkalpinang.

"Pagi itu sekitar pukul 05 Bagus nelpon, dia berpamitan pada saya dan adiknya untuk pergi bertugas ke Pangkal Pinang," terang Ayu pada wartawan saat ditemui di rumahnya, Kampung Kaskel, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (1/11/2018) dikutip harianriau dari laman okezone.com.

Menurut Ayu, putra sulungnya pergi ke Pangkal Pinang untuk membereskan pesawat yang mengalami gangguan teknis. Namun tak lama berselang dirinya mendengar kabar pesawat yang ditumpangi putranya jatuh ke laut.

"Anak saya berangkat ke Pangkalpinang karena mendapat tugas mendadak dari pihak Lion Air, di mana tempat Bagus bekerja selama tujuh tahun. Kami hanya bisa pasrah atas nasib anak saya, tapi saya berharap ada mukjizat dari Allah sehingga Bagus bisa selamat ," ungkap Ayu sembari meneteskan air mata.

Foto: Okezone/Arif Julianto

Ia menambahkan, pihak keluarga mengaku sudah siap dengan kenyataan apa pun. Jika akhirnya Bagus ditemukan dalam keadaan meninggal, keluarga akan memakamkan jenazahnya di Madura.

Bagus sendiri sudah menikah dengan gadis pujaan hatinya yakni Ghea Shofa Anggraini selama dua tahun. Dari pernikahannya, dikaruniai seorang anak bernama Aska Khoeron Rafasa. Mereka sudah menetap di Tangerang.

Terkini