HARIANRIAU.CO - Jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 menguak buruknya manajemen pelayanan maskapai tersebut. Manifes penumpang yang menjadi pegangan tentang siapa yang berada di dalam pesawat ternyata tak sesuai.
Arif Yustian, seorang penumpang JT 610 menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut. Namun namanya tak tercantum di dalam manifest penumpang. Saryoso, orang tua Arif Yustian memastikan anaknya, meski berangkat menggantikan Krisma Wijaya rekan sekantornya, namun Arif membeli tiket baru.
"Dia rencananya mau pulang ke Bogor di hari Sabtu, tapi batal karena hujan deras. Akhirnya dia pamit, minta didoakan karena akan berangkat ke Pangkal Pinang di hari Senin pagi," ujar Saryoso, Jumat, 2 November 2018 dikutip harianriau dari laman viva.co.id.
Saryoso memastikan Arif membeli tiket baru meski menggantikan rekan sekantornya. PT Sky Pacific Indonesia tempat Arif bekerja juga memastikan hal yang sama.
"Pemesanan bukan satu pemesanan tiket. Pertama, perusahaan awalnya menugaskan Darwin Harianto, Rohmanir Pandi Sagala, dan Krisma Wijaya. Kami pun memesan e-tiket melalui aplikasi Kamis 24 Oktober. Keberangatan ini untuk tugas di Pangkal Pinang melakukan penelitian lingkungan di PT Sawindo Kencana, PT Indotrust, dan lainnya," kata Teguh Pribadi, penyedia lapangan PT Sky Pasific Indonesia, pada Kamis malam, 1 November 2018.