Misteri Siapa yang Membangun Stonehenge Telah Terpecahkan

Misteri Siapa yang Membangun Stonehenge Telah Terpecahkan

HARIANRIAU.CO - Misteri kuno tentang siapa yang membangun Stonehenge telah dipecahkan, menurut studi baru yang dipimpin oleh peneliti dari Universitas Oxford.

Sebuah analisis baru yang inovatif dari 25 jasad yang dikremasi di monumen prasejarah di Wiltshire telah mengungkapkan bahwa 10 dari mereka tinggal di dekat bluestone.

Mereka diidentifikasi berasal dari Inggris barat, dan 10 dari mereka mungkin berasal dari 140 mil jauhnya di Southwest Wales (di mana monumen Stonehenge paling awal juga telah ditelusuri kembali). Sisanya 15 orang lokal dari daerah Wiltshire atau keturunan migran lainnya dari barat.

Kemungkinan juga mereka merupakan campuran pria dan wanita dan bahwa mereka memiliki status sosial yang tinggi.

Meskipun tim ilmuwan tidak dapat menjamin bahwa sisa-sisa dari orang-orang itulah yang membangun Stonehenge, tapi tanggal kremasi paling awal dideskripsikan dekat dengan tanggal ketika bluestones dibawa untuk membentuk lingkaran batu pertama.

Peneliti mengatakan, tidak diketahui pasti apakah kremasi orang-orang itu diangkut ke Stonehenge sesaat setelah mereka meninggal, atau apakah mereka adalah leluhur yang dihormati yang telah meninggal beberapa generasi sebelumnya.

Studi sebelumnya telah berkonsentrasi pada konstruksi Stonehenge - termasuk sumber batu dan transportasi mereka dari lebih dari 100 mil jauhnya di Pembrokeshire modern. Tapi sangat sedikit yang ditemukan tentang individu-individu yang membangunnya.

Sementara studi ini menunjukkan bahwa beberapa dari orang-orang ini tetap tinggal di wilayah tersebut. Ketika mereka meninggal, sisa-sisa kremasi mereka ditempatkan di bawah monumen kuno di tempat yang sekarang bernama Wiltshire.

Tulang-tulang paling awal bertanggal sekitar 3.000 SM dan kemudian mencapai kisaran sekitar 500 tahun.

John Pouncett, penulis utama studi ini, mengatakan: "Kisaran ini meningkatkan kemungkinan bahwa selama berabad-abad orang bisa dibawa ke Stonehenge untuk dimakamkan dengan batu."

Sisa-sisa kremasi dari Stonehenge pertama kali digali oleh Kolonel William Hawley pada tahun 1920-an dari jaringan 56 lubang bertitik di sekitar lingkar dalam dan parit monumen, yang dikenal sebagai Aubrey Holes.

Hawley kemudian memakamkan mereka kembali di situs itu, untuk digali di kemudian hari.

Penelitian ini diterbitkan di dalam jurnal Scientific Reports.


sumber: rakyatku

Halaman :

Berita Lainnya

Index