Farah Alhajeh

Seorang Muslimah Ditolak Interview Saat Menolak Berjabat Tangan

Senin,20 Agustus 2018 - 01:40:34 WIB | Di Baca : 1013 Kali


HARIANRIAU.CO - Bagi seorang muslimah, bersentuhan dengan mereka yang bukan muhrimnya memang diharamkan. Terlebih untuk melakukan jabat tangan, maka ia harus memberikan isyarat lain agar lawan jenisnya bisa memaklumi.

Namun bagi mereka yang belum tahu aturan di dalam agama Islam, tentunya ini bisa menjadi kesalahfahaman. Seperti yang dialami oleh wanita ini, saat ditolak langsung untuk wawancara kerja, karena menolak berjabat tangan dengan lawan jenisnya.

Wanita bernama Farah Alhajeh, 24 tahun, saat itu diundang untuk wawancara kerjaa sebagai penerjemah di Uppsala, utara Stockholm. Setelah tiba, dia mengatakan kepada pewawancara pria bahwa dia tidak ingin berjabat tangan.

Sebagai gantinya, dia menyapanya dengan meletakkan tangan di atas hatinya, seperti yang umum di kalangan Muslim dengan persuasi yang sama.

Alhajeh menghindari kontak fisik dengan lawan jenisnya, bahkan keluarga dekatnya.

Dia pun melakukan gugatan, dan mengatakan kepada Pengadilan Perburuhan Swedia bahwa pewawancara, seorang eksekutif di perusahaan, telah marah dan mengatakan kepadanya: "Di sini, semua orang harus berjabatan tangan".

Alhajeh kemudian keluar dari kantor tersebut, dan mengatakan wawancara telah selesai.

"Begitu aku masuk lift, aku mulai menangis. Itu tidak pernah terjadi pada saya sebelumnya - itu tidak terasa baik sama sekali. Itu mengerikan," ucap Alhajeh dikutip dari Daily Mail.

Dia memberi tahu temannya, yang kemudian memutuskan untuk melaporkan perusahaan itu kepada Diskriminasi Ombudsman Swedia, yang membawa kasusnya ini ke pengadilan.

"Tentu saja masuk akal jika seorang atasan memperlakukan semua bawahannya sama, tetapi Anda harus dapat menyapa orang dengan cara yang berbeda," juru bicara Diskriminasi Ombudsman mengatakan kepada SVT.

Minggu ini, Pengadilan Perburuhan memutuskan mendukungnya, dan memerintahkan perusahaan untuk membayar kompensasi kepada Alhajeh sebesar Rp63 juta.

"Di negaraku... kamu tidak bisa memperlakukan wanita dan pria secara berbeda. Saya menghargai itu. Itu sebabnya saya tidak memiliki kontak fisik dengan pria atau wanita. Aku bisa hidup dengan aturan agamaku dan juga pada saat yang sama mengikuti aturan negara tempat aku tinggal," tambahnya.


sumber: balabala10.com






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...