Aldi Novel Adilang di laut bebas. (Twitter/@naztaaa)

Terombang Ambing 49 Hari di Laut Hingga Terdampar di Jepang, Begini Cara Aldi Bertahan Hidup

Minggu,23 September 2018 - 20:14:45 WIB | Di Baca : 267 Kali

HARIANRIAU.CO - Sosok Aldi Novel Adilang (19) membuat otoritas Jepang geleng-geleng kepala. Selama 49 hari dia berada di laut lepas dan nyaris jadi santapan hiu. Beruntung dengan kepiawaiannya dia bisa bertahan hidup di atas rompong (rumah rakit lautan).

Kisah Aldi ini bermula pada dua bulan lalu, tepatNYA 4 Juli 2018. Dia dinyatakan hanyut di laut lepas. Keluarganya Desa Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) pun berusaha mencari tapi tidak menemukan.

Aldi Novel Adilang menjalani pemeriksaan kesehatan.(Twitter/@naztaaa)

Hingga akhirnya, pemuda asal Minahasa itu ditemukan oleh petugas laut di Perairan Jepang pada Jumat (31/8/2018) lalu. Saat ditemukan pemuda 19 tahun itu kondisinya masih selamat.

“Aldi hanyut selama 49 hari. Waktu itu dia pergi mencari ikan,” ungkap Alvian Adilang (49), ayah Aldi Novel Adilang saat ditemui Manado Post (Jawa Pos Group/pojoksatu.id) pada Sabtu malam (22/9/2018).

Awalnya keluarga tidak mengira Aldi akan terdampar begitu jauh. Sebab keluarga hanya mengira dia sekadar bekerja untuk mencari ikan. Lantas pada 31 Agustus lalu, datang petugas dari tempat Aldi bekerja bersama aparat kepolisian.

Mereka memberi tahu bahwa putranya ditemukan di Osaka, Jepang. Beruntung saat ditemukan kondisinya masih selamat.

Aldi Novel Adilang

Aldi Novel Adilang di laut bebas. (Twitter/@naztaaa)

Sebelum ditemukan petugas Jepang, imbuh Alvian, Aldi hidup penuh dengan ancaman. Pasalnya ketika itu dia melaut dengan menumpangi rompong (rumah rakit lautan).

Rombong itu tidaklah begitu kuat menghadapai gelombang di laut lepas. Bersyukur selama di laut lepas Aldi tidak diterpa gelombang yang begitu besar.

Hanya saja, Aldi kerap diancam hiu. Ikan pemangsa itu kerap menunjukkan sosoknya di sektiar rompong. “Selama di kelilingi hiu, Aldi mengaku hanya banyak berdoa,” ungkapnya.

Sementara untuk bertahan hidup, Aldi lebih banyak memanfaatkan ikan-ikan yang ada di lautan untuk konsumsi sehari-hari.

“Sekarang dia sudah kembali lagi ke rumah. Dia juga sudah kembali melaut untuk mencari nafkah,” tandas Alvian menutup pembicaraan.

Aldi Novel Adilang

Aldi Novel Adilang diselamatkan awak kapal berbendera Panama. ([email protected])

Terpisah, Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara menjelaskan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka, awalnya dihubungi oleh Japan Coast Guard (JCG) bahwa mereka baru saja menyelamatkan nelayan.

Nelayan yang berada di atas rakit itu bertemu dengan kapal berbendera Panama MV Arpeggio di perairan sekitar Guam.

Lantas pada Kamis (6/9), menurut laporan JCG korban dibawa ke Tokuyama Jepang. Selanjutnya KJRI berkomunikasi dengan kapten kapal MV Arpeggio. Komunikasi itu untuk menghubungi pihak keluarga.

“KJRI langsung minta bantuan Polresta Manado juga untuk menghubungi keluarga karena mereka kesulitan mendapatkan nomor kontak keluarga korban,” jelas mantan kapolres Minahasa Selatan tersebut.

Aldi Novel Adilang bersama kapten kapal yang menolongnya. (Twitter/@naztaaa)

Aldi Novel Adilang bersama kapten kapal yang menolongnya. (Twitter/@naztaaa)

Usai mendapat laporan, Kumara langsung menginstruksikan jajaran yang ada di Polsek Wori untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Petugas kami pun berhasil menghubungi keluarga korban. Selanjutnya meminta kepada perusahaan tempat korban bekerja supaya memulangkannya. Konsul Indonesia di Osaka juga telah menelpon saya, supaya meminta kepada keluarganya untuk mengirimkan KK (kartu keluarga) dan KTP, korban untuk dibuatkan paspor,” pungkas Kumara.

Diketahui, KJRI Osaka lewat unggahan facebook menjelaskan, jika Aldi Novel Adilang (19 thn), penjaga lampu di rompong, hanyut terbawa arus pada pertengahan Juli 2018 hingga sampai di Perairan Guam.

Ketika tengah berada di perairan berjarak 125 km dari pesisir utara Manado, Aldi ditemukan oleh kapal berbendera Panama MV Arpeggio, 31 Agustus.

“KJRI Osaka telah menjemput Aldi pada 6 September 2018 di Tokuyama, Prefektur Yamaguchi, Jepang setelah kapal bersandar untuk memastikan Aldi dalam kondisi yang baik dan selanjutnya mengawal hingga mendapat izin kepulangan ke Indonesia dari otoritas imigrasi Jepang,” jelas akun resmi KJRI Osaka.

Aldi Novel Adilang bersama kapten kapal yang menolongnya. (Twitter/@naztaaa)

Aldi Novel Adilang dijemput keluarganya. (Twitter/@naztaaa)

Pada 8 September 2018, KJRI Osaka telah mendampingi kepulangan Aldi ke Manado dengan Garuda Indonesia melalui Tokyo. Kini Aldi telah berkumpul dengan keluarganya di Wori, Manado, dan dalam keadaan sehat.

“KJRI Osaka mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penyelamatan hingga kepulangan Aldi dengan selamat ke Tanah Air.”

Lewat unggahan foto terlihat tim penyelemat sempat memotret Aldi saat masih berada di rompong. Kemudian dirinya dievakuasi. Selanjutnya diperiksa oleh tim medis, yang didampingi petugas dari KJRI Osaka.

Sumber: pojoksatu

Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...