PILU! Ternyata Jannatun Cintya Dewi Korban Lion Air GT-610 Akan Menikah Tahun ini

PILU! Ternyata Jannatun Cintya Dewi Korban Lion Air GT-610 Akan Menikah Tahun ini

HARIANRIAU.CO - Jenazah Jannatun Cintya Dewi, korban pertama Lion Air JT-610 yang berhasil diidentifikasi tiba di kediamannya disambut penuh isak tangis dan air mata. Pegawai Kementerian ESDM itu akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Dusun Prampon, Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ternyata, Jannatun sudah berencana menikah dengan lelaki idamannya. Bahkan, pernikahan itu akan dilangsungkan pada Desember tahun ini.

Demikian diungkap salah satu paman Jannatun, Hadi Waluyo kepada JawaPos.com (grup PojokSatu.id).

Hadi menyebut, Yayas, panggilan akrab Jannatun adalah sosok yang tidak banyak bicara soal apapun kepada saudaranya.

Bukan sombong, tapi Yayas memang sosok yang suka memendam dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Termasuk soal kehidupan asmaranya.

Hadi mengaku tak tahu apapun soal pacar keponakannya. Dia hanya tahu jika calon suami keponakannya itu warga Sukabumi.

Hal itu diketahui saat orang tua Yayas dan pacarnya bertemu. Pertemuan itu membahas tentang rencana pernikahan yang berlangsung Desember mendatang.

“Pacare pun sowan teng bapak ibuke Cintya (Pacarnya sudah silaturrahim dengan orang tuanya Cintya),”

“Tapi tasik nembe pertemuan karo pacare (Tapi baru tahap pertemuan antara keluarganya Yayas dengan pacarnya). Pacare lare Sukabumi (pacarnya orang Sukabumi),” kata Hadi di rumah duka, Kamis (1/11/2018).

Ditanya soal aktivitas Cintya, Hadi juga mengaku tidak terlalu tahu.

Dia hanya tahu keponakannya itu sering bertugas ke luar pulau. Pulang kampung saja hanya saat Lebaran atau dapat jatah libur panjang.

“Lha, pas niku entok tugas teng Pangkalpinang (Waktu itu dapat tugas ke Pangkalpinang). Tapi mboten sumerap kulo (Tapi saya tidak tahu, red),” tuturnya.

Pun demikian dengan adik kandung Jannatun, Nizar Ahmad Firdaus (16).

Nizar mengatakan, kakaknya itu memang sangat pendiam. Bahkan, dirinya tidak terlalu mengenal dengan calon kakak ipar yang akan meminang Jannatun.

Akan tetapi, terangnya, Jannatun sejak dulu memang selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi keluarga.

“Kakak memang selalu berusaha jadi terbaik buat keluarga,”

“Tapi kalau soal itu (sosok pacarnya), saya nggak tahu sejak kapan pacaran. Mungkin sejak kerja di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” tutur Nazir.

Jenazah Jannatun Cintya Dewi, korban pertama dari total 189 korban Lion Air JT-610 yang bisa diidentifikasi meninggalkan cerita tersendiri.

Identitasnya dikenali dari sidik jari telunjuk tangan kanannya yang masih cukup baik dibanding yang lainnya.

Hal itu juga didukung oleh sejumlah data sekunder lainnya. Seperti keterangan keluarga, ciri fisik dan lainnya.

Diantaranya kebiasaannya mengenakan cincin emas di jari tengahnya.

Ia adalah alumni Jurusan TekniK Kimia Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) yang menamatkan pendidikannya pada 2015 lalu.

Nah, sebelum Jannatun bisa diidentifikasi, keluargaya di Sukodono, Sidoarjo sengaja menggelar Istigosah di kediaman Jannatun sejak Selasa (30/10/2018).

Istigosah tersebut dilakukan untuk mendoakan Jannatun agar cepat ditemukan.

Alhasil, Rabu (31/10) malam pukul 22.00 WIB, jenazah pegawai Kementerian ESDM itu akhirnya bisa diidentifikasi.

Keberhasilan identifikasi itu terjadi hanya 15 menit sebelum diumumkan.

Berdasarkan pantaun semalam, usai diserahkan, pihak keluarga pun langsung menyiapkan keperluan pemakaman Jannatun.

Jenazah perempuan 24 tahun tersebut rencananya dimakamkan di kampung halaman di Dusun Prumpon, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur.

Usia dipastikan identitasnya, jenazah perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur itu pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

#Korban Lion Air

Index

Berita Lainnya

Index