TERUNGKAP! Teryata Istri Terduga Pelaku Bom Bunuh di Medan Kerap Kunjungi Napi Terorisme

TERUNGKAP! Teryata Istri Terduga Pelaku Bom Bunuh di Medan Kerap Kunjungi Napi Terorisme

HARIANRIAU.CO - Setelah melakukan pendalaman atas kasus bom bunuh diri yang terjadi di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) lalu, pihak kepolisian mendapatkan beberapa fakta baru.

Pihak kepolisian berhasil mengungkapkan sosok D, istri Rabbial Muslim Nasution (terduga pelaku) menjalin komunikasi dengan seorang narapidana kasus terorisme yang ditahan di Lapas Kelas II Medan yang berinisial I.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyebut bahwa D kerap mendatangi I ke lapas.

"Si istri sering mendatangi, berkunjung ke Lapas," ujarnya.

Komunikasi di media sosial

Pihak Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) pun telah mengamankan D beberapa jam setelah Rabbial melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Selain bertemu secara langsung di lapas, pihak kepolisian mengatakan bahwa D dan I kerap berkomunikasi melalui media sosial Facebook.

"Sampai terakhir diamankan tadi malam, masih ada komunikasi (antara D dengan I) di medsos," terang Dedi.

Rencanakan aksi di Bali

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, diketahui bahwa D dan I tengah menyusun rencana untuk melakukan aksi teror bom di Pulau Dewata, Bali beberapa waktu ke depan. Pihak kepolisian kini masih menyelidiki jaringan D dan I. Pasalnya, bentuk komunikasi yang dilakukan oleh D dan I bukanlah gerakan lone wolf namun merupakan sebuah gerakan yang telah terorganisir oleh kelompok teror. Selain itu, rangkaian bom yang digunakan oleh Rabbial untuk melakukan aksinya juga disebut-sebut sangat sulit hingga pembuatnya harus memiliki keahlian.

"Ini masih didalami dulu, siapa pemimpin daripada kelompok ini. Apakah ada penyandang dananya, apakah ada yang memiliki keahlian untuk merakit bom?" kata Dedi.

D terpapar radikal terlebih dulu

Fakta mengejutkan lainnya dari penangkapan D, diketahui bahwa ialah yang lebih dulu terpapar radikalisme dibandingkan Rabbial.

"D diduga yang terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku," kata Dedi.

Bom di Mapolresta Medan

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Rabu (13/11/2019) lalu terjadi aksi bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.40 WIB. Disaat itu, para petugas tengah melakukan apel pagi.

Sebelum melakukan aksinya, terduga pelaku sempat berjalan di depan petugas yang tengah apel. Selain itu sebelum diperbolehkan masuk ke dalam kompleks Mapolresta Medan, terduga pelaku yang mengenakan jaket ojek online itu sempat dicurigai oleh petugas piket hingga tas ransel yang dibawanya digeledah. Namun, petugas tak menemukan barang-barang yang mencurigakan hingga akhirnya ia diperbolehkan untuk masuk dengan alasan akan mengurus SKCK.

Namun, tak lama setelah itu, saat berjalan di halaman parkir mobil dekat kantin dan tempat mengurus SKCK terjadi ledakan. Akibat ledakan tersebut terduga pelaku tewas di lokasi kejadian sementara itu ada 6 orang yang mengalami luka-luka.


sumber: merdeka.com

#Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Index

Berita Lainnya

Index