Aa Gym

Begini Cara Aa Gym Ajak Masyarakat untuk Cegah Penyebaran Corona

Selasa,24 Maret 2020 - 11:06:49 WIB | Di Baca : 102 Kali


HARIANRIAU.CO - Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym ikut melakukan sosialisasi ke masyarakat agar menaati imbauan pemerintah yaitu menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19.

Dikutip hariarianriau.co dari laman viva.co.id, dari video yang diunggah di YouTube Aagym Official dengan judul ‘Greget. Aa Gym Mendatangi Warga Mengimbau Supaya Tetap di Rumah’ pada 22 Maret 2020. Tampak, Aa Gym memakai jas hujan warna hijau dan membawa speaker.

Berikut imbauan Aa Gym kepada masyarakat agar sama-sama mencegah dan melawan virus COVID-19 dengan diam di rumah.

Virus corona itu sekarang ada dimana-mana. 85 persen yang punya virus itu tidak kelihatan sakit. Jumlahnya sebentar lagi bisa jadi banyak. Caranya sederhana kalau tidak ingin kena virus, tinggal di rumah sekuat tenaga jangan keluar. Karena, semua orang bisa menyebarkan virus.

Lalu kalau pun keluar, seperlunya saja dan jangan dekat-dekat jaraknya minimal 1-2 meter. Jadi, usahakan di rumah dan kalau mau keluar seperlunya saja, serta jangan datang ke kerumunan. Kalau masyarakat Indonesia kompak 2 minggu mau di rumah, nanti tidak bisa nular lagi.”

Sebelumnya, Juru Bicara Penanganan Corona COVID-19, Achmad Yurianto (Yuri) mengatakan ada penambahan kasus yang positif terjangkit virus COVID-19 di Indonesia sampai hari ini Senin, 23 Maret 2020 pada pukul 12.00 WIB.

"Sampai hari ini ada penambahan kasus positif 65 orang yang tersebar di berbagai provinsi, sehingga total kasus ada 579 orang yang positif," kata Yuri.

Lalu, kata Yuri, untuk pasien yang sembuh juga ada penambahan sebanyak 1 orang setelah dilakukan follow up spesimen dua kali negatif. Maka, total kasus yang sembuh COVID-19 adalah 30 orang.

"Kemudian, ada 1 tambahan kasus meninggal dari data yang kami rilis kemarin ada 48 kasus. Sehingga, total kasus meninggal 49 orang," ujarnya.

Kasus positif corona per Senin, 23 Maret 2020 antara lain berada di DKI Jakarta (353), Jawa Barat (59), Banten (56), Jawa Timur (41), Jawa Tengah (15), DI Yogyakarta (5) dan Bali (6).

Kemudian di Kalimantan Timur (11), Kalimantan Barat (2), Kalimantan Tengah (2), Kalimantan Selatan (1), Sumatera Utara (2), Sulawesi Selatan (2), Sulawesi Tenggara (3), Kepulauan Riau (5), Lampung (1), Riau (1), Maluku Utara (1), Maluku (1) dan Papua (2). 

Kasus kematian paling banyak terjadi di DKI Jakarta, yakni total mencapai 29 orang. Diikuti Jawa Barat sebanyak 9 orang, Banten 3 orang, Jawa Tengah 3 orang, Bali 2 orang, Jawa Timur 1 orang dan Sumatera Utara 1 orang.

 

 





Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...