"Kita diberi tahu bahwa barang-barangnya akan aman di dalam kamar sampai kita datang untuk mengambilnya. Kita telah membuat janji untuk hari ini 20.08.20. Awalnya kunci kamarnya tidak berfungsi. Ketika kita akhirnya sudah bisa mendapatkan akses untuk masuk ke dalam kamar itu sudah benar-benar kosong dari SEMUA barang-barang yang dimilikinya," jelas Holly.
Lebih menyedihkannya lagi, Hannah juga menyimpan banyak barang-barang kenangan masa kecilnya yang tidak akan mungkin bisa tergantikan. Holly mengatakan bahwa hal itu jelas melanggar privasi seseorang karena berarti seseorang telah masuk dan melihat-lihat barang milik Hannah.
"Kita pergi ke resepsionis untuk menanyakan jika barang-barang tersebut mungkin telah disimpan di tempat lain dan mereka tidak bisa mengatakannya kepada kita. Mereka lalu berkata 'kamu bisa melihat ke tempat sampah jika kamu mau'. Jadi kita melakukannya," jelas Holly.
Holly lalu kembali menceritakan bahwa setelah mereka melihat ke tempat sampah, mereka menemukan banyak kantong plastik hitam yang penuh dengan barang-barang milik penghuni di sana. Menurut penuturannya, tidak hanya Hannah, tetapi dua orang penghuni lainnya juga mengalami hal serupa. Holly mengaku kecewa karena dirinya tidak mendapat pemberitahuan apapun dari pihak asrama universitas tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak dari asrama Kaplan Living Brighton lalu menjelaskan bahwa semenjak Corona pihaknya menawarkan bantuan untuk mengambil barang-barangnya dan disimpan, tetapi sebagian siswa yang tidak berminat untuk kembali meminta agar barang-barangnya tersebut dibuang. Sayangnya ada kesalahan saat proses tersebut berlangsung. Diakui oleh pihak asrama ada 9 kamar yang mengalami kesalahan, yang seharusnya tidak dikosongkan dan dibersihkan. Saat ini pihak asrama masih melakukan penyelidikan mengapa bisa sampai terjadi kesalahan semacam itu.

