Ilustrasi

Simak 8 Penyebab Kaki Bengkak dan Solusi Mengatasinya

Senin,24 April 2017 - 17:11:32 WIB | Di Baca : 9384 Kali


JANGAN anggap sepele jika kaki Anda terlihat bengkak. Bisa jadi, itu menjadi tanda bahwa Anda mengidap penyakit tertentu. Lantas, bagaimana mengatasinya?

Kaki bengkak bisa disebabkan oleh berbagai hal. Kondisi yang biasanya dialami oleh ibu hamil ini dapat membuat Anda tidak nyaman dan juga dapat membatasi pergerakan Anda. Umumnya, kaki bengkak disebabkan oleh cedera atau penumpukan cairan. Lebih buruk lagi, kaki bengkak yang dibarengi dengan gejala lain juga bisa menjadi tanda dari suatu penyakit.

Ya, banyak hal yang bisa menjadi penyebab kaki bengkak. Apa saja? Dan, bagaimana cara mengatasinya?

Apa saja penyebab kaki bengkak?

Kaki bengkak bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari hal yang ringan sampai hal yang lebih serius, seperti penyakit serius. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kaki bengkak adalah:

1. Kehamilan

Kaki bengkak normal terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan dalam tubuh. Namun, akan menjadi tidak normal jika pembengkakan terjadi secara tiba-tiba atau berlebihan. Ini bisa menjadi tanda preeklampsia, biasanya berkembang setelah usia kehamilan 20 minggu.

2. Cedera

Cedera pada kaki atau pergelangan kaki yang biasanya terjadi karena Anda salah langkah juga dapat menyebabkan kaki bengkak. Salah langkah dapat menyebabkan ligamen pada kaki Anda bergeser atau keseleo, sehingga menyebabkan kaki bengkak. Anda bisa mengompres kaki yang bengkak ini dengan es untuk mengurangi pembengkakan.

3. Edema perifer

Kaki bengkak bisa terjadi karena edema perifer, di mana cairan dalam darah keluar dari kapiler dan menumpuk dalam jaringan. Hal ini bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan, terlalu lama berdiri di satu tempat, terlalu lama duduk di satu tempat (misalnya saat di mobil atau pesawat), cuaca hangat, atau Anda sedang menstruasi.

4. Infeksi

Infeksi juga bisa menjadi penyebab kaki bengkak. Biasanya hal ini terjadi pada orang dengan neuropati diabetes, di mana saraf-sarafnya (terutama di kaki) sudah mengalami gangguan. Kaki orang dengan neuropati diabetes sudah tidak peka terhadap sensasi rasa apapun, sehingga infeksi kaki lebih mungkin terjadi.

5. Insufisiensi vena

Insufisiensi vena merupakan suatu kondisi di mana darah tidak mampu bergerak naik dari pembuluh darah kaki kembali ke jantung. Hal ini disebabkan karena katup pembuluh darah vena mengalami gangguan atau melemah. Akibatnya, darah kembali turun ke bagian bawah tubuh dan terjadi penumpukan cairan pada kaki bagian bawah. Ini bisa menyebabkan perubahan kulit, borok, dan infeksi.

6. Pembekuan darah

Adanya bekuan darah atau gumpalan darah yang ada di kaki dapat menghambat aliran darah dari kaki kembali ke jantung, sehingga dapat menyebabkan kaki bengkak. Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami pembengkakan pada satu kaki disertai dengan nyeri, demam, dan mungkin perubahan warna kulit kaki.

7. Penyakit jantung, hati, atau ginjal

Kaki bengkak juga bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami masalah pada jantung, hati, atau ginjal. Gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan garam dan cairan pada kaki Anda. Penyakit hati juga dapat membuat produksi protein albumin (yang menjaga darah agar tidak bocor keluar dari pembuluh darah) berkurang sehingga menyebabkan kebocoran cairan.

Penyakit ginjal juga dapat menyebabkan penumpukan cairan pada tubuh karena ginjal tidak berfungsi dengan baik. Sebaiknya periksakan diri Anda jika kaki bengkak disertai dengan kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, dan kelelahan.

8. Obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu bisa menjadi penyebab kaki bengkak, di antaranya adalah:

• Obat tekanan darah tinggi golongan calcium channel blockers

• Obat steroid, seperti kortikosteroid

• Obat anti-inflamasi nonsteroid

• Antidepresan

• Obat-obatan yang mengandung hormon estrogen (seperti pada obat KB) dan testosteron

• Obat-obatan untuk diabetes

Bagaimana cara mengatasi kaki bengkak?

Beberapa hal dapat Anda lakukan untuk mengatasi kaki bengkak, yaitu:

• Gunakan kaus kaki kompresi. Kaus kaki yang biasa dipakai oleh olahragawan ini bisa meredakan nyeri dan pembengkakan pada kaki, juga dapat mencegah penumpukan cairan pada kaki.

• Sandarkan kaki Anda di tempat yang lebih tinggi. Ini juga bisa mengurangi pembengkakan. Anda bisa menaruh bantal yang tinggi saat Anda tidur atau sandarkan kaki Anda pada dinding.

• Rendam kaki dengan garam epsom. Merendam kaki dengan air dingin yang telah dicampur dengan garam epsom selama 15-20 menit dapat mengurangi pembengkakan pada kaki.

• Batasi asupan garam. Membatasi asupan garam hanya satu sendok teh per hati dapat membantu mengurangi penumpukan cairan pada kaki.

• Olahraga teratur. Olahraga dapat melancarkan sirkulasi darah Anda, sehingga dapat mencegah Anda dari kaki bengkak. Sebaliknya, duduk atau berdiri di satu tempat dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kaki bengkak. Gerakan kaki Anda setiap beberapa menit saat duduk atau berdiri dalam waktu lama.

• Turunkan berat badan. Menurunkan berat badan dapat mengurangi pembengkakan pada kaki dan membuat Anda menjadi lebih sehat.

Jika hal tersebut sudah Anda lakukan, tapi bengkak di kaki Anda belum berkurang juga, sebaiknya periksakan ke dokter. Mungkin ini disebabkan oleh masalah serius, seperti penyakit jantung, ginjal, hati, atau efek samping dari obat, yang perlu penanganan dokter. Demikian ditulis situs Hellosehat. (okz)






Share Tweet Google + Cetak
Loading...

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @harian_riau dan LIKE Halaman Facebook: HarianRiau.co



Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 081365016621 / 0811707378
atau email ke alamat : [email protected]
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan Harianriau.co Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan
Loading...