Syachrul Anto, Rela Kesampingkan Rasa Capek Demi Tugas Kemanusiaan

Syachrul Anto, Rela Kesampingkan Rasa Capek Demi Tugas Kemanusiaan
Syachrul Anto Idrus (kanan) penyelam yang meninggal saat misi evakuasi Lion Air PK-LQP. (Foto:Istimewa)

HARIANRIAU.CO - Suasana hening menyelimuti teras rumah keluarga mendiang Syachrul Anto Idrus di Jalan Bendul Berisi Utara 8 Nomor 41, Kelurahan Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Sabtu (3/11). Syachrul adalah penyelam kemanusiaan yang tewas dalam misi evakuasi Lion Air PK-LQP perairan Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (2/11).

Belum banyak sanak keluarga yang datang. Namun, beberapa keluarga terdekat yang sudah berpakaian serba hitam tak berhenti membacakan Yasin. Tampak sang ibu Almarhum, Rabiah, juga duduk mendampingi peti jenazah putra keempatnya itu.

Syachrul menghadap sang ilahi meninggalkan istri bernama Lian Kurniawati dan anak semata wayangnya Jihan Valencia masih duduk di bangku kuliah.

Syachrul Anto Idrus, semasa hidupSyachrul Anto Idrus dan istrinya. (Foto:Dok. Istimewa)

Jenazah almarhum sudah diterima oleh pihak keluarga pada sekira pukul 08.30 WIB. Saat ini, jenazah masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di TPU Bendul Berisi usai ibadah salat zuhur. Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari rumah duka.

"Masih menunggu sejumlah keluarga dari Makassar dan daerah lain," terang Kakak Ipar Syachrul, Ibnu Abdillah saat ditemui kumparan.

Ibnu mengungkapkan, pihak keluarga baru mendapat kabar duka dari Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat malam. Setelah dimandikan dan disimpan di peti mati, jenazah kemudian dibawa ke Surabaya.

suasana rumah mendiang Syachrul Anto IdrusSuasana rumah keluarga mendiang Syachrul Anto Idrus, penyelam yang meninggal dalam evakuasi Lion Air. (Foto:Phasky S/kumparan)

Dikenal Berjiwa Sosial Tinggi

Ibnu Abdillah mengenang sosok Syachrul sebagai pribadi yang ringan tangan dan suka menolong. Di tengah kesibukannya sebagai wiraswasta mengelola perusahaan ekspedisi, beliau tidak kenal lelah menyisihkan waktunya sebagai relawan.

"Syachrul ini sebenarnya banyak tinggal di Makassar untuk mengurus bisnis ekspedisi keluarga (Indrawarga). Tapi dia juga suka bolak-balik ke Surabaya menengok keluarga. Dia orangnya baik," ujar Ibnu.

Ibnu bahkan menduga, Syachrul rela menutupi rasa sakit dan capeknya demi tugas sosial.

"Saya melihatnya karena mempunyai jiwa sosial tinggi. Baru pulang ibadah haji, dia langsung pergi ke Palu-Donggala untuk jadi relawan," ujar Ibnu.

Ibnu tak pernah membayangkan betapa capeknya menjadi sosok Syachrul. Di usia kepala empat, selain mengelola bisnis, mendiang juga baru saja pulang ibadah haji. Tapi beliau memutuskan turun membantu korban bencana Palu dan Donggala.

"Habis ibadah haji kan pasti capek dan menguras fisik. Tapi saat melihat bencana dia justru memutuskan berangkat. Begitu juga saat tragedi Lion Air ini," tukas Ibnu.

Ibnu menceritakan, sebelum berangkat ke Jakarta sebagai relawan Basarnas, Syachrul sedang berada di Jogja untuk urusan bisnisnya. Dia pun langsung menyanggupinya. Syachrul bahkan pakai baju SAR temannya karena tidak menyiapkan pakaian.

"Posisi di Jogja ditelpon Basarnas untuk meluncur Jakarta usai kejadian Lion Air. Hari ke berapa saya tidak tahu. Tapi dia langsung ajak isterinya ke Jakarta naik mobil," ujar Inu.

"Beliau mungkin kelelahan tapi tidak pernah menunjukan rasa capek dan lemahnya kepada orang lain. Kondisinya seperti kurang Vit," imbuh dia.

Syachrul Anto Idrus, semasa hidupSyachrul Anto Idrus. (Foto:Dok. Istimewa)

Ikut Basarnas Sejak 2014

Ibnu mengungkapkan, Syachrul merupakan sosok pribadi yang suka menolong. Pria kelahiran 15 Februari 1970 itu juga punya hobi menyelam sudah lama. Syachrul sendiri juga pernah turun menyelam dalam kasus Air Asia beberapa tahun lalu.

Atas kelebihannya itu, Syachrul memutuskan bergabung Basarnas pada 2014. Saat dibutuhkan, Syachrul biasanya turun ikut membantu para petugas SAR. "Dia terdaftar anggota SAR. Dia selalu turun dan mengesampingkan pekerjaannya saat ada panggilan bantuan," kenangnya.

Halaman :

#Seorang Penyelam Meninggal

Index

Berita Lainnya

Index